bacakoran.co – mengumumkan kesiapannya untuk membebaskan seluruh sandera yang masih mereka tahan.
hamas pun mengajukan persyaratan israel harus menukar mereka dengan tahanan palestina dalam tahap kedua gencatan senjata di gaza.
hamas berharap langkah ini dapat menuju gencatan senjata permanen serta penarikan penuh pasukan israel dari wilayah tersebut.
namun, tuntutan hamas tetap tidak berubah.
mereka menegaskan tidak akan menerima skenario yang memaksa mereka keluar dari gaza atau melucuti senjata mereka.
"israel ingin mengusir hamas dari gaza? itu hanyalah perang psikologis yang tidak masuk akal," ujar hazem qasim, juru bicara hamas.
bersedia serahkan kekuasaan jika warga gaza diuntungkan
pada senin (17/2/2025) waktu setempat, qasim menyatakan jika hamas bersedia menyerahkan kekuasaan di gaza asalkan kesepakatan yang dicapai benar-benar menguntungkan warga palestina.
hamas pun menyebut keputusan ini akan berdasarkan konsensus nasional, bukan tekanan dari pihak luar.
sebagai langkah awal, hamas telah mempercepat pembebasan enam sandera israel yang sebelumnya dijadwalkan dalam dua minggu ke depan.
qasim mengatakan keputusan ini merupakan respons terhadap upaya mediasi yang dilakukan pihak ketiga.
perundingan gencatan senjata berlanjut
kesepakatan gencatan senjata antara israel dan hamas sebelumnya dicapai pada januari setelah berbulan-bulan perundingan yang ditengahi oleh qatar dan mesir, serta diawasi oleh amerika serikat (as).
namun, perjanjian ini akan berakhir pada awal maret, sehingga negosiasi untuk memperpanjangnya kembali menjadi agenda utama.
menteri luar negeri israel, gideon sa'ar mengonfirmasi, dalam beberapa hari ke depan, israel akan memulai diskusi untuk memperpanjang gencatan senjata selama enam minggu lagi.
serta mengamankan pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan hamas.