10 Tahun Tanpa Jejak, Fidya Kamalinda Atlet Bandung Menghilang, Benarkah Dugaan Ikut Aliran Sesat?
Atlet taekwondo Fidya Kamalindah dari Bandung menghilang tanpa jejak sudah 10 tahun--Ist
"Hingga 2025 ini, kami tidak bisa berkomunikasi dengan anak kami (Fidya). Anak kami, Fidya merupakan mantan atlet tekwondo nasional, atlet PON Jabar,," tambah Hindarto.
Orang tua Fidya juga meminta bantuan dari beberapa pejabat penting termasuk Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Panglima TNI, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Mereka berharap para pejabat tersebut dapat membantu menemukan Fidya, yang telah memberikan kontribusi besar bagi olahraga taekwondo di tingkat nasional dan Jawa Barat.
BACA JUGA:Keji, Anggota Polda Jateng Tega Cekik Bayi Sendiri, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan!
BACA JUGA:Panas! Video Mesra Dr. Oky Pratama Diduga Bersama Sesama Jenis di Hotel Tersebar
"Kami mohon, bapak-bapak dan ibu-ibu bisa membantu menemukan anak kami yang telah berkontribusi dalam bidang olahraga taekwondo di tingkat nasional dan Jawa Barat. Atas perhatian bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian kami ucapkan terima kasih," kata Hindarto.
Hindarto juga memberikan informasi kontak bagi siapa saja yang mengetahui keberadaan Fidya, yakni di Jalan Riung Permai Nomor 346 RT 11 RW 09, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, atau melalui nomor WhatsApp 081220110105.
Di sisi lain, Khodijah ibu Fidya tidak bisa menyembunyikan kerinduannya yang mendalam.
"Pulanglah, sayang. Kakak, pulanglah. Mama sangat merindukanmu. Kami berdoa agar di mana pun kakak berada, semoga selalu dalam keadaan sehat. Babeh, mama, dan adik-adik sangat merindukanmu. Pulanglah, kak," pinta Khodijah sambil menahan tangis.
BACA JUGA:MinyaKita ‘Kurang Takaran’ 1 Liter Ditertibkan! Kemendag Tarik dari Pasaran dan Siapkan Sanksi Tegas
BACA JUGA:Ifan Seventeen Ditunjuk Jadi Dirut PT Produksi Film Negara, Ini Profil dan Tugas Barunya
Khodijah dan Hindarto menegaskan bahwa apa pun yang telah terjadi selama 10 tahun ini telah dimaafkan, dan mereka siap menerima Fidya dengan segala kondisinya saat ini.
"Walaupun kakak dalam keadaan apapun, mamah dan babeh, terima kondisi kakak sekarang. Pulang ya kak ya, pulang. Kakak sayang pulang. Jangan khawatir, semua sayang sama kakak. Pulang ya kak,"ujar Khodijah dengan penuh kasih.
Sebelumnya pada tahun 2016, muncul kabar mengenai dugaan bahwa Fidya berafiliasi dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Jawa Barat.
Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai orang hilang di wilayah tersebut.