Terobosan Wali Kota Prabumulih, Bakal Bangun Pasar Induk, Pindahkan Pedagang PTM dan Pasar Pagi, Mungkinkah?
PASAR : Wali Kota Prabumulih H Arlan usulkan pembangunan Pasar Induk 24 Jam. Tampak H Arlan ketika meninjau kondisi PTM Prabumulih beberapa waktu lalu. (foto : dian/sumeks)--
BACAKORAN.CO -- Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, H Arlan mulai melakukan terobosan untuk membenahi wajah kota yang di pimpinnnya.
Wali Kota berlatar belakang pengusaha dan pernah jatuh bangun membesarkan perusahaannya itu berencana untuk membangun Pasar Induk 24 Jam.
Lokasinya Pasar Induk 24 Jam itu rencananya di sekitar Terminal Jalan Lingkar Timur Kota Prabumulih.
Selanjutnya, jika Pasar Induk tersebut sudah selesai dan siap ditempati, ia akan memindahkan pedagang dari kawasan Pasar Tradisional Moderen (PTM) Kota Prabumulih atau pasar pagi dan pedagang di sekitar Jl M Yamin ke Pasar Induk.
BACA JUGA:Mengejutkan, Rondon Juleno Plt Direktur PD Petro Prabu, Bagi-bagi Jabatan di Prabumulih?
BACA JUGA:Beri Waktu 3 Bulan Benahi PDAM Tirta Prabujaya, Cak Arlan: Jangan Sampai Rugi
"Kita bakal membuat Pasar Induk 24 jam. Lokasinya di terminal (Jalan Lingkar, red) dengan total luas lahan 3 hektar," katanya kepada sejumlah media usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Prabumulih.
"Sedang kita usulkan. Nanti disana kita buat pasar Induk 24 jam," kata pria yang akrab di sapa dengan panggilan 'Cak'.
"Nantinya pedagang pagi-pagi yang berjualan subuh (di seputaran PTM atau Jl Jendral Sudirman) kita pindah ke situ, yang agen-agen pindah kesana dan yang di Jalan M Yamin kita pindahkan juga," katanya.
Tentu saja, Arlan punya alasan tersendiri terkait rencana pembangunan Pasar Induk 24 Jam dan rencana pemindahan pedagang itu.
BACA JUGA:Kasus Harun Masiku Makin Panas! Eks Jubir KPK Febri Diansyah Segera Diperiksa
BACA JUGA:Usai Heboh Cedera Palsu, Mamat Alkatiri Kritik Pedas Andre Rosiade: Bukan Siapa-siapa Dapat Catatan Medis Edan
Sebab posisi PTM Kota Prabumulih berada di tengah kota. Padatnya pedagang seringkali tumpah ruah hingga ke badan jalan Jl Jendral Sudirman seputran PTM sehingga menimbulkan kemacetan.
Meskipun diketahui Pemerintah Kota memberikan tenggat waktu bagi pedagang pasar pagi agar tak terjadi kemacetan, namun seringkali kebijakan itu dilanggar.
Belum lagi persoalan sampah pasar yang seringkali menumpuk di tepi jalan mempengaruhi wajah Kota Prabumulih
Demikian juga kepadatan pedagang di belakang Pasar Inpres yaitu di Jl M Yamin menimbulkan banyak persoalan.
BACA JUGA:Lebaran 2025 Serempak? BMKG Beber Prediksi BMKG Hilal 1 Syawal 1446 H!
BACA JUGA:Gawat! Rupiah Jebol ke Rp16.606 per Dolar AS Pagi Ini, Apa Penyebabnya?
Selain sampah, limbah pasar yang mengalir ke pemukiman penduduk, ketika turun hujan di lokasi tersebut sering terjadi banjir yang juga merugikan pedagang. "Jika semuanya sudah pindah, maka Pasar induk bakal hidup,"katanya.
Lebih lanjut Arlan mengatakan, pihaknya juga berencana membenahi kerusakan jalan M Yamin dan parit atau drainasenya.
"Selain itu nantinya juga bisa kita akan kita benahi saluran pipa PDAM Tirta Prabu di Jl M Yamin yang selama ini bocor,"urainya.
Sementara itu, ditemui di gedung DPRD Prabumulih, Ketua Komisi II DPRD Kota Prabumulih, Feri Alwi SH MH mengatakan pihaknya sangat setuju dengan rencana pembangunan Pasar Induk 24 jam tersebut.
BACA JUGA:Edisi Ramadan! Saldo DANA Gratis Rp500.000 Masuk Ke eWallet Lewat Aplikasi Uang Populer 2025, Ambil Sekarang!
"Kalau pasar itu sebenarnya bagus juga ditertibkan. Tapi harus dicarikan solusinya juga, bagaimana bagusnya untuk pedangan dan masyarakat," katanya.