Tarif Trump Resmi Berlaku! Rupiah Tertekan, Ekonomi Indonesia di Ambang Krisis?
Dampak tarif Trump terhadap ekonomi Indonesia--Ist
Tarif tinggi dapat membuat produk Indonesia menjadi kurang kompetitif di pasar AS, yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Analis ekonomi Fitra Faisal menjelaskan bahwa kebijakan ini berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi Indonesia.
BACA JUGA:AS Usir Dubes Afrika Selatan! Rasool Dituduh Benci Trump, Ada Apa?
BACA JUGA:Makin Pro Rusia, Trump Serang Balik! Ratusan Ribu Pengungsi Ukraina Bakal Didepak dari AS?
“Industri padat karya seperti tekstil dan alas kaki bisa terpukul. Jika ekspor melemah, maka lapangan kerja juga bisa terdampak,” ujar Fitra.
Sementara itu, nilai tukar rupiah sempat mengalami pelemahan akibat sentimen negatif dari kebijakan ini.
Namun, tren penurunan imbal hasil obligasi AS 10 tahun sedikit meredam dampaknya, menjaga stabilitas rupiah di kisaran Rp16.700 per USD.
Meskipun pengenaan tarif ini menjadi tantangan, Fitra menilai Indonesia masih memiliki ruang untuk bernegosiasi.
BACA JUGA:Prioritaskan Perdamaian, Trump Setop Kirim Seluruh Bantuan Militer, Ukraina di Ujung Tanduk?
“Trump adalah sosok yang lebih condong ke kesepakatan bilateral. Jika Indonesia bisa melakukan diplomasi perdagangan dengan cepat, tarif ini mungkin bisa dikurangi atau diberikan pengecualian,” jelasnya.
Negara lain seperti Vietnam dikabarkan akan segera mengirimkan delegasi khusus untuk melakukan negosiasi langsung dengan AS.
Jika Indonesia ingin melindungi ekspornya, pemerintah harus segera mengambil langkah serupa agar tidak kalah cepat dalam diplomasi ekonomi global.
Dengan dinamika perdagangan yang semakin tidak menentu, keputusan Trump ini menjadi ujian besar bagi perekonomian Indonesia.
BACA JUGA:Kemesraan Zelensky & Trump Retak! Ukraina Tinggalkan AS, Merapat ke Aliansi Eropa?