bacakoran.co

Trump ‘Hajar’ China dengan Tarif Dagang 125 Persen, Negara Lain Malah Dapat Diskon! Ini Alasannya!

Perang dagang AS-China kian memanas. Presiden AS Donald Trump naikkan tarif impor barang dari China menjadi 125 persen saat negara lain mendapatkan kelonggaran tarif atau diskon selama 90 hari ke depan.--istimewa

“Suatu hari nanti, dan saya harap segera, China akan sadar jika hari-hari menipu AS dan negara-negara lain sudah berakhir,” lanjutnya tajam.

Negara Lain Malah Diberi “Libur Tarif”

BACA JUGA:Indonesia Gelap! Badai PHK Bakal Terjang Indonesia Imbas Kebijakan Tarif Trump, Segini Perkiraannya

BACA JUGA:Efek Trump Buat Rupiah Terpuruk ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah, Dolar Tembus Rp17.000!

Sementara China menerima "ganjaran", sejumlah negara justru mendapatkan perlakuan khusus.

Trump mengumumkan penangguhan tarif impor selama 90 hari untuk mitra dagang lainnya.

Tujuannya? Memberi ruang bagi para diplomat dan pejabat dagang AS untuk membuka ruang negosiasi.

Namun menurut laporan Reuters, Gedung Putih tetap akan mempertahankan tarif 10 persen untuk hampir seluruh impor ke AS.

BACA JUGA:Tak Diakui Sebagai Presiden, Donald Trump Didemo Ribuan Warganya Sendiri! Ada Apa?

BACA JUGA:China Tak Mau Kalah! Balas Trump dengan Tarif Impor ke AS hingga 34 Persen, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Tetapi tarif tersebut tidak berlaku untuk sektor-sektor sensitif seperti otomotif, baja, dan aluminium.

Perang Tarif: Makin Membara!

Langkah ini menjadi kelanjutan dari eskalasi perang tarif yang tak kunjung reda.

Pekan lalu saja, Trump sudah menetapkan tarif tambahan sebesar 34 persen terhadap China, yang kemudian ditambah lagi 50 persen setelah adanya balasan dari Beijing.

BACA JUGA:Tarif Dagang 32% Trump Picu Krisis, Strategi Baru Anindya Bakrie Hadapi Tantangan Ini

Trump ‘Hajar’ China dengan Tarif Dagang 125 Persen, Negara Lain Malah Dapat Diskon! Ini Alasannya!

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co – amerika serikat (as) – china kian memanas.

presiden as kembali menggebrak pasar global dengan keputusan mengejutkan.

trump menaikkan tarif impor barang dari china menjadi 125 persen, mulai berlaku tengah malam ini waktu setempat.

langkah tegas ini diambil tak lama setelah beijing mengumumkan tarif balasan 84 persen terhadap produk-produk asal as.

namun yang bikin heboh, negara lain justru diberikan kelonggaran tarif oleh trump selama 90 hari ke depan.

china kurang ajar terhadap pasar dunia

melalui unggahan di instagram resminya, trump menyebut china telah menunjukkan "kurangnya rasa hormat" terhadap sistem perdagangan global.

sebagai balasan, dia langsung menaikkan tarif dari 104 persen menjadi 125 persen khusus untuk produk asal negeri tirai bambu.

“karena kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan china terhadap pasar dunia, saya memutuskan untuk menaikkan tarif menjadi 125% dan berlaku segera,” tulis trump.

tak hanya itu, trump juga menyindir kebiasaan lama china yang dianggap mengakali aturan dagang internasional.

“suatu hari nanti, dan saya harap segera, china akan sadar jika hari-hari menipu as dan negara-negara lain sudah berakhir,” lanjutnya tajam.

negara lain malah diberi “libur tarif”

sementara china menerima "ganjaran", sejumlah negara justru mendapatkan perlakuan khusus.

trump mengumumkan penangguhan tarif impor selama 90 hari untuk mitra dagang lainnya.

tujuannya? memberi ruang bagi para diplomat dan pejabat dagang as untuk membuka ruang negosiasi.

namun menurut laporan reuters, gedung putih tetap akan mempertahankan tarif 10 persen untuk hampir seluruh impor ke as.

tetapi tarif tersebut tidak berlaku untuk sektor-sektor sensitif seperti otomotif, baja, dan aluminium.

perang tarif: makin membara!

langkah ini menjadi kelanjutan dari eskalasi perang tarif yang tak kunjung reda.

pekan lalu saja, trump sudah menetapkan tarif tambahan sebesar 34 persen terhadap china, yang kemudian ditambah lagi 50 persen setelah adanya balasan dari beijing.

sejak era presiden joe biden, tarif impor dari china sudah dikenakan rata-rata 20,8 persen.

namun trump tampaknya ingin menutup celah dan memukul balik lebih keras.

apa dampaknya?

keputusan ini jelas membuat hubungan dagang dua negara ekonomi terbesar dunia kembali tegang dan penuh ketidakpastian.

analis memperkirakan harga barang-barang elektronik, otomotif, hingga kebutuhan rumah tangga bisa naik akibat beban impor yang lebih tinggi.

Tag
Share