Ngeri! Konsulen Tendang Alat Vital Dokter PPDS Unsri: Alami Memar hingga Pendarahan
Dokter PPDS Unsri alami kekerasan alat vital ditendang Konsulen di lingkungan RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.--Ist
Beliau menambahkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penelitian.
"Masih tahap observasi dan investigasi" tegasnya.
Kabar mengenai kekerasan ini telah sampai ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman membenarkan adanya laporan tersebut.
"Kami sudah menerima bahwa betul laporannya di sana. Untuk selanjutnya kami masih mendalami kasus ini. Kita pastikan dulu pelaku dan korbannya" katanya dengan tegas.
BACA JUGA:Dianggap Berperilaku Kriminal, Status Lady Sebagai Dokter Koas Dibekukan
BACA JUGA:Curhatan Ibu Lady Aurellia Premesti Tersebar, Pamer Punya Jabatan Direktur, Warganet: Play Victim!
"Benar laporannya di RSUP Muhammad Hoesin Palembang" imbuhnya.
Lebih lanjut Aji menjelaskan bahwa jika terbukti bersalah pelaku bisa mendapatkan sanksi penangguhan Surat Tanda Registrasi dokter seperti yang pernah diterapkan pada kasus kekerasan sebelumnya.
"Kronologinya masih kita cari tahu. Tapi dapat informasi demikian. Untuk sanksi kita tunggu kepolisian" jelasnya.
Pengamat Pendidikan Sumatera Selatan yang juga menjabat sebagai Pejabat Fungsional Ahli Utama Analis Kebijakan Sumsel Drs H Riza Fahlevi MM mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus ini.
Menurutnya permasalahan dalam dunia pendidikan kedokteran sering berkaitan dengan beban mental dan tekanan berat yang dihadapi mahasiswa terutama pada program spesialis.
BACA JUGA:Uan Juicy Tegas Larang Lady Aurellia Dengar Lagu & Nonton Konsernya, Buntut Kasus Aniaya Dokter Koas
"Jarang terjadi Kalau mengambil spesialis kedokteran orang tidak mampu. Mayoritas orang mampu" ungkapnya.