Arsenal Gagal ke Final Liga Champions karena Tumpul di Depan, Mikel Arteta Tetap Bangga, Kok Bisa?
Mikel Arteta tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya meski gagal ke final Liga Champions-screenshot uefa.com-
"Kami mendominasi di awal pertandingan. Jika tercipta gol di 15-20 menit awal, permainan akan berubah total. Kami telah memberikan segalanya dalam kompetisi ini. Dalam dua pertandingan, kami seharusnya bisa mencetak tiga atau empat gol, tetapi Donnarumma tampil luar biasa," tukas Rice.
"Dalam hidup, terkadang Anda harus kalah beberapa kali untuk menang. Anda harus mengatasi beberapa kemunduran ini untuk tumbuh secara mental," terangnya.
"Sebagai pribadi, sebagai pemain, dan sebagai sebuah tim, kami sedang melalui tahap itu saat ini. Kami tumbuh sebagai sebuah tim, tetapi kami harus terus maju dan terus percaya," ucapnya.
Sebagai Kapten Arsenal, Martin Odegaard memuji penampilan rekan setimnya. Bahwa mereka sudah tampil luar biasa sepanjang laga.
BACA JUGA:13 Gol Semifinal Antarkan Inter Milan ke Final Liga Champions, Siapa Lawan Selanjutnya?
"Kami berusaha keras, kami memulai permainan dengan sangat baik, berada di posisi terdepan, memiliki momentum dan menciptakan beberapa peluang besar. Pada akhirnya, itu tidak cukup," terangnya.
"Saya pikir di antara kotak penalti kami bermain dengan baik, dan kemudian di dalam kotak penalti kami tidak cukup baik dalam dua leg. Penghargaan untuk kiper mereka, yang melakukan beberapa penyelamatan hebat," lanjutnya.
Odegaard menegaskan bahwa pertandingan ini layak menjadi pelajaran. Bahwa untuk memenangkan pertandingan tidak hanya cukup dengan kerja keras.
"Kami harus belajar dari ini, kami melakukan banyak hal baik tetapi itu tidak cukup, terutama di depan gawang yang menjadi penentu kemenangan. Di situlah kami harus lebih tajam. Kami ingin memanfaatkan rasa sakit ini dan bangkit lebih kuat," ucapnya.
