bacakoran.co – pemerintah dikabarkan siap memangkas hingga 50% pada 2026 gegara sederet permasalahan dalam pelaksanaan haji tahun ini.
belum adanya kepastian jumlah kuota haji 2026 bisa menjadi salah satu tanda bakal dilakukannya pemangkasan kuota.
pasalnya, berdasarkan pengalaman terdahulu, kuota haji indonesia langsung diumumkan usai musim haji selesai.
kabar mengejutkan itu merupakan hasil dari pertemuan tertutup antara wakil menteri haji arab saudi dan kepala badan penyelenggara haji (bp haji) indonesia, mochamad irfan yusuf alias gus irfan.
di mana wacana pemangkasan kuota haji 2026 buntut dari lemahnya sistem pemeriksaan kesehatan yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kurang manusiawi.
masih banyak lansia atau orang sakit parah yang dipaksakan ikut berhaji.
bahkan, dalam pertemuan tertutup itu, perwakilan saudi lemparkan kritik tajam.
“why do you bring people to death here?”
pernyataan tersebut merujuk adanya kasus jemaah indonesia meninggal dunia bahkan sebelum tiba di tanah suci.
tak hanya itu, saudi meminta reformasi besar-besaran.
pemeriksaan kesehatan wajib super ketat, hanya yang benar-benar bugar yang boleh berangkat.
jasa layanan haji dibatasi hanya dua perusahaan resmi (syarikah).
standar hotel, makanan, kamar jemaah akan diaudit habis-habisan.
semua pembayaran dam (denda ibadah) hanya boleh lewat jalur resmi saudi, ad-dhahi.
pelanggaran akan disanksi berat, tak peduli apakah pelakunya jemaah atau panitia.
“kami sedang negosiasi (kuota haji tak dipangkas). sistem kami akan berubah total mulai tahun depan di bawah kendali bp haji,” ungkap gus irfan.
dengan transisi pengelolaan haji dari kementerian agama ke bp haji, ekspektasi terhadap indonesia kini meningkat.
tapi saudi menegaskan, jika ini bukan sekadar evaluasi, melainkan peringatan keras yang harus ditindaklanjuti dengan perubahan nyata.