bacakoran.co - kembali berduka.
di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, tragedi memilukan menyayat hati warga jalan sabutung, kecamatan tallo.
seorang nenek dan cucunya ditemukan dalam kondisi berpelukan, terjebak dalam kobaran api yang melalap rumah mereka.
peristiwa ini bukan hanya menyisakan puing-puing bangunan, tetapi juga luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
kisah heroik sang nenek, suparti (56), yang sempat menyelamatkan diri namun kembali masuk ke dalam rumah demi menyelamatkan cucunya, madinah (2), menjadi simbol cinta tanpa batas.
yang diduga berasal dari korsleting listrik menyebar cepat di kawasan padat penduduk, menyulitkan proses evakuasi dan pemadaman.
tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di lingkungan padat dan rawan kebakaran.
apa yang sebenarnya terjadi di balik insiden memilukan ini?
bagaimana respons warga dan aparat setempat?
kronologi kejadian
kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 wita dan diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu ruangan rumah.
api dengan cepat membesar karena material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.
warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum 15 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
menurut kepala dinas pemadam kebakaran makassar, hasanuddin, proses evakuasi korban memakan waktu cukup lama karena lokasi rumah yang sempit dan padat penduduk.
kedua korban ditemukan di sudut timur rumah, jauh dari titik awal pencarian, diduga karena berusaha mencari tempat aman.
kisah heroik sang nenek
yang membuat tragedi ini semakin menyentuh adalah kisah heroik sang nenek.
berdasarkan keterangan saksi, supiarti sempat berhasil keluar dari rumah saat api mulai membesar.
namun, ia kembali masuk setelah menyadari cucunya masih tertinggal di dalam.
sayangnya, saat mencoba menyelamatkan sang cucu, struktur rumah runtuh dan mereka terjebak di dalam kobaran api.
ketika tim pemadam akhirnya berhasil menjinakkan api dan menyisir puing-puing, mereka menemukan jasad keduanya dalam kondisi berpelukan sebuah simbol cinta dan pengorbanan yang tak tergantikan.
dampak dan penanganan
kebakaran ini menghanguskan dua rumah, satu di antaranya rusak berat.
jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.
hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran dan telah memasang garis polisi di lokasi kejadian.
refleksi dan peringatan
tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya sistem keamanan listrik dan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
selain itu, kisah supiarti dan madinah menyentuh nurani banyak orang tentang cinta tanpa syarat dan keberanian seorang nenek yang rela mengorbankan nyawanya demi sang cucu.
peristiwa ini menyisakan duka mendalam dan sekaligus membuka mata kita semua akan pentingnya sistem keselamatan yang lebih baik di lingkungan tempat tinggal.
semoga kejadian ini menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih sigap dalam mencegah tragedi serupa.
mari kita jadikan kisah suparti dan madinah sebagai pengingat bahwa kasih sayang sejati tak mengenal batas, bahkan di ujung kehidupan.
semoga mereka beristirahat dalam damai, dan semoga kita semua lebih peduli terhadap keselamatan bersama.