bacakoran.co

Iran Klaim Tembak Jatuh Drone hingga Jet Tempur Israel, Pilot Wanita Dikabarkan Ditahan

Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sejumlah drone pengintai milik Israel--

Namun hingga saat ini, militer Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi secara menyeluruh mengenai klaim jatuhnya jet tempur tersebut.

Meski demikian, kabar soal seorang pilot wanita Israel yang kini ditahan oleh pihak Iran telah ramai diberitakan di berbagai media Timur Tengah.

BACA JUGA:Revolusi Transportasi! Rabu Diusulkan Jadi Hari Naik Angkutan Umum untuk Pegawai Swasta

BACA JUGA:Viral! Penipuan Online Bermodus Bukti Transfer Editan, Polisi Cianjur Bergerak Cepat

Di sisi lain, militer Israel secara tegas membantah semua klaim tersebut. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Kolonel Avichay Adraee, menyatakan bahwa tudingan tersebut "sepenuhnya tidak berdasar".

“Tidak ada jet kami yang jatuh. Klaim tersebut hanyalah propaganda yang dirancang untuk membentuk opini publik,” ujar Adraee melalui akun resmi X miliknya, dikutip dari laporan BBC dan Reuters.

Situasi ini semakin memperkeruh konflik antara kedua negara yang sudah lama bersitegang.

Sejak awal 2024, ketegangan antara Tel Aviv dan Teheran meningkat tajam akibat sejumlah serangan drone dan rudal balasan yang menimpa kedua belah pihak, khususnya di wilayah Suriah dan Irak.

BACA JUGA:Miris! Bocah 8 Tahun di Bekasi Diduga Sodomi Anak-anak Lain yang Berusia Lebih Muda, Korban Trauma Berat

BACA JUGA:Kisah Kakek Masro Atur Lantas di Ciamis dengan Seragam Polisi Tanpa Gaji Bikin Dedi Mulyadi Kaget

Sementara itu, komunitas internasional menyerukan kepada kedua negara agar menahan diri dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas, mengingat potensi perang regional yang bisa berdampak ke kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Iran Klaim Tembak Jatuh Drone hingga Jet Tempur Israel, Pilot Wanita Dikabarkan Ditahan

Melly

Melly


bacakoran.co - ketegangan antara dan israel kembali memanas.

kali ini, iran mengklaim berhasil menembak jatuh sejumlah drone pengintai milik israel serta dua jet tempur yang diduga melakukan udara di wilayah mereka.

bahkan, salah satu kabar yang mengejutkan adalah penahanan seorang pilot wanita israel oleh otoritas iran.

informasi ini dilaporkan langsung oleh media pemerintah iran dan kantor berita semi-resmi tasnim pada sabtu, 14 juni 2025.

menurut laporan tersebut, serangan drone terjadi di wilayah perbatasan barat laut iran, tepatnya di kawasan salmas.

drone milik disebut masuk tanpa izin ke wilayah udara iran dengan tujuan spionase dan pengintaian.

“para pejuang islam berhasil menjatuhkan sejumlah drone pengintai israel yang melanggar kedaulatan wilayah udara iran,” tulis tv pemerintah iran seperti dikutip dari afp.

selain serangan drone, iran juga mengklaim berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur israel yang terlibat dalam serangan pada jumat malam (13 juni 2025).

jet tempur tersebut diduga melakukan penyerangan terhadap fasilitas strategis iran sebelum akhirnya ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara iran.

lebih lanjut, drone lain juga dilaporkan jatuh di dekat kota suci qom, yang menjadi pusat keagamaan penting di iran.

namun hingga saat ini, militer iran belum mengeluarkan pernyataan resmi secara menyeluruh mengenai klaim jatuhnya jet tempur tersebut.

meski demikian, kabar soal seorang pilot wanita israel yang kini ditahan oleh pihak iran telah ramai diberitakan di berbagai media timur tengah.

di sisi lain, militer israel secara tegas membantah semua klaim tersebut. juru bicara pasukan pertahanan israel (idf), letnan kolonel avichay adraee, menyatakan bahwa tudingan tersebut "sepenuhnya tidak berdasar".

“tidak ada jet kami yang jatuh. klaim tersebut hanyalah propaganda yang dirancang untuk membentuk opini publik,” ujar adraee melalui akun resmi x miliknya, dikutip dari laporan bbc dan reuters.

situasi ini semakin memperkeruh konflik antara kedua negara yang sudah lama bersitegang.

sejak awal 2024, ketegangan antara tel aviv dan teheran meningkat tajam akibat sejumlah serangan drone dan rudal balasan yang menimpa kedua belah pihak, khususnya di wilayah suriah dan irak.

sementara itu, komunitas internasional menyerukan kepada kedua negara agar menahan diri dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas, mengingat potensi perang regional yang bisa berdampak ke kawasan timur tengah secara keseluruhan.

Tag
Share