Hati-Hati Sugar Mommy! Brondong Medan Bobol ATM Pacar Tua Sampai Rp130 Juta Buat Judi Online
Viral Brondong Medan bobol ATM pacar tua Rp130 juta buat judi online! -Gambar Ist-
BACAKORAN.CO – Kasus viral penipuan yang menghebohkan kembali terungkap di Medan, Sumatera Utara.
Dani Perangin-Angin (26), yang dijuluki "Brondong Medan," ditangkap Polsek Medan Tuntungan setelah diduga menguras Rp130 juta dari ATM pacarnya, A. Pinem (49), seorang pedagang sayur.
Foto pelaku dalam seragam tahanan berwarna oranye dari Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan viral di media sosial.
Insiden ini terjadi pada 13 Juni 2025, dan uang tersebut diduga digunakan pelaku untuk bermain judi online.
Foto yang diunggah oleh @Heraloebss menunjukkan Dani Perangin-Angin berdiri di depan papan ukur tinggi Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan, mengenakan seragam tahanan oranye dengan nama dan identitas tertulis jelas.
BACA JUGA:Rasain! OJK ‘Sikat’ 4.000 Rekening Bank Punya Bos Judi Online
BACA JUGA:Siapa Pengelola PeduliLindungi yang Jadi Situs Judi Online? Begini Penjelasan Kemenkes dan Telkom!
Dalam captionnya, @Heraloebss menulis: "Inilah tampang Brondong Kota Medan, bernama Dani Perangin Angin (26) yang menguras uang di ATM pacarnya, A Pinem (49), seorang pedagang sayur, senilai Rp 130 juta. (13/6/2025) Uang tersebut kemudian digunakan pelaku untuk bermain judi online."
Insiden ini terungkap setelah A. Pinem, yang berusia 49 tahun, melaporkan kehilangan uang dalam jumlah besar dari rekeningnya, yang diduga diakses oleh Dani menggunakan akses ATM milik korban.
Polisi menemukan bukti bahwa Dani, yang jauh lebih muda dari pacarnya, memanfaatkan kepercayaan A. Pinem untuk mendapatkan akses ke rekeningnya.
Uang Rp130 juta tersebut diduga dihabiskan untuk judi online, sebuah fakta yang diperkuat oleh laporan polisi yang menyebutkan jejak transaksi ke situs perjudian ilegal.
BACA JUGA:Setiap Hari Rata-rata 2 Istri di OKU Timur Gugat Cerai Suami, Judi Online Penyebab Utama Perceraian
Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan, dan pelaku telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.