bacakoran.co – tiga jurus disiapkan bank indonesia (bi) agar mata uang rupiah tidak terus anjlok di tengah meningkatnya eskalasi .
adapun perang iran-israel, dan amerika serikat (as) yang turut terjun dalam perang dengan menyerang fasilitas nuklir iran, telah memicu badai di pasar keuangan global.
tak terkecuali indonesia yang membuat nilai tukar rupiah babak belur, nyaris menyentuh rp16.500 per usd.
merespons situasi panas ini, bank indonesia (bi) langsung bergerak cepat.
kepala departemen pengelolaan moneter & aset sekuritas bi, erwin gunawan hutapea menegaskan, otoritas moneter nasional melakukan strategi ‘triple intervention’ demi menyelamatkan stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan domestik.
“kami melakukan intervensi ganda: di pasar spot, ndf (non-deliverable forward) luar negeri, dan dndf (domestic ndf). plus, kami beli sbn di pasar sekunder,” ujar erwin, senin (23/6/2025).
data refinitiv menunjukkan rupiah dibuka melemah 0,31% ke posisi rp16.430 per usd, dan tekanan terus berlangsung seiring indeks dolar as (dxy) yang menguat 0,35% ke level 99,05.
pasar panik, modal kabur
erwin mengungkapkan jika ketegangan yang makin membara di timur tengah mendorong para investor global menjauh dari aset-aset berisiko dan berbondong-bondong masuk ke safe haven seperti emas, dolar as, dan us treasury.
“dxy melonjak, sementara mata uang utama seperti euro, yen, dan pound sterling ikut melemah. rupiah pun tak luput dari tekanan,” jelasnya.
perang iran-israel bikin dunia kocar-kacir
pemicunya bukan main-main, perang besar antara iran dan israel yang makin brutal.
ditambah lagi, as masuk ke dalam pusaran dengan menjatuhkan rudal bunker-buster ke tiga fasilitas nuklir iran.
dunia kini berada di ujung tanduk.
harga minyak meledak
perang israel-iran berimbas pada melonjaknya harga minyak dunia.
minyak brent naik us$1,88 (2,44%) ke us$78,89 per barel, sedangkan wti naik us$1,87 (2,53%) ke us$75,71 per barel.
lonjakan harga ini menambah tekanan ke negara-negara pengimpor minyak seperti indonesia.
dampaknya bisa merembet ke inflasi, harga bbm, hingga daya beli masyarakat.