Pendaki Brasil Tewas di Rinjani: Autopsi di Bali Usut Penyebab Jatuh dari Tebing 600 Meter
Pendaki Brasil Tewas di Rinjani: Autopsi di Bali Usut Penyebab Jatuh dari Tebing 600 Meter--CNA.id
Transportasi ini direncanakan akan dilakukan setelah seluruh prosedur administrasi yang diperlukan rampung dan mendapat persetujuan dari pihak rumah sakit serta keluarga korban.
“Begitu kelengkapan administrasi selesai, jenazah akan segera dibawa ke Bali menggunakan ambulans dari sini,” tambah Indah.
BACA JUGA:Waspada! Modus Baru Narkoba, Bubuk Ekstasi Dikemas dalam Kapsul Obat
Tragedi yang menimpa Juliana bermula pada Sabtu, 21 Juni 2025, saat ia dikabarkan terjatuh dari tebing di kawasan Gunung Rinjani, tepatnya di titik yang dikenal dengan nama Cemara Tunggal.
Ia dilaporkan jatuh dari ketinggian yang ekstrem, mencapai kedalaman sekitar 600 meter.
Kejadian ini langsung memicu operasi penyelamatan oleh Tim SAR gabungan, yang segera bergerak sejak Minggu, 22 Juni 2025.
Pencarian berlangsung penuh tantangan selama beberapa hari, di tengah kondisi medan yang sulit serta cuaca yang tidak bersahabat.
BACA JUGA:Gencatan Senjata Iran-Israel: Sekadar Penundaan atau Awal Dialog?
BACA JUGA:Geger! Pengakuan Terbaru Iran Soal Kondisi Fasilitas Nuklir yang Digempur AS!
Akhirnya, pada Selasa, 24 Juni 2025, tim berhasil menemukan posisi jenazah Juliana di kedalaman jurang yang curam, yang kemudian dicatat sebagai Lost Known Position (LKP).
Awalnya direncanakan proses evakuasi akan menggunakan helikopter, namun karena cuaca buruk, rencana tersebut dibatalkan demi keselamatan tim.
Sebagai gantinya, proses evakuasi dilakukan secara manual.
Jenazah ditandu oleh tim penyelamat dari titik Pelawangan hingga ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), yang terletak di dekat pintu masuk jalur pendakian.
BACA JUGA:Polisi Pungli Rp100 Ribu ke Pengendara Motor di Medan Hanya Disanksi Patsus 30 Hari, Netizen Geram!