bacakoran.co

Dibongkar Tito! Begini 2 Modus Kecurangan Beras Oplosan, Perusahaan Besar Bermain!

Mendagri Tito Karnavian bongkar 2 modus kecurangan beras oplosan, di mana perusahaan beras bermain sehingga merugikan masyarakat dan disebut sebagai tindak penipuan.--kolase bacakoran.co dan @jcomp/freepik

Ini artinya, masyarakat ditipu--membeli yang terbaik, tapi menerima kualitas yang lebih rendah.

BACA JUGA:Resmi Diharamkan MUI, Bupati Blitar Justru Wacanakan Lomba Sound Horeg: Banyak Sisi Positifnya

BACA JUGA:Heboh! Puluhan Guru PPPK Blitar Gugat Cerai Suami usai Dilantik, Disdik Ungkap Penyebabnya

Presiden Prabowo Geram, Sebut Penipuan

Kasus beras oplosan ini mendapat atensi dari Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan, terang Tito, presiden menyebut pengoplosan beras ini merupakan penipuan.

Ia pun menegaskan jika stabilitas harga beras kini menjadi prioritas nomor satu, setara pentingnya dengan BBM dalam kebijakan nasional.

BACA JUGA:Tak Yakin Berlangsung Lama, Iran Nyatakan Siap Gempur Israel Lagi Jika Langgar Gencatan Senjata: Kami Siap!

BACA JUGA:Prabowo Resmi Luncurkan Logo HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Bikin Semangat Bangsa Berkobar: Ini Link Downloadnya

Hasil Investigasi, 212 Merek Beras Tersandung

Investigasi yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri sepanjang 6–23 Juni 2025, berhasil menemukan 212 merek yang tidak lolos uji mutu.

Dari 268 sampel yang diuji di 10 provinsi, terbukti banyak beras melanggar standar mutu SNI.

Standar SNI Dilanggar, Konsumen Jadi Korban

BACA JUGA:Prabowo Fokus pada Deregulasi dan Iklim Usaha, Sri Mulyani Ungkap Strategi APBN 2026

BACA JUGA:Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Jokowi Dicecar 45 Pertanyaan Selama 3 Jam, Apa Saja?

Padahal, menurut SNI 6128:2020, beras premium harus memenuhi syarat kadar air maksimal 14%, butir kepala minimal 85%, dan butir patah maksimal 14,5%.

Sementara beras medium punya toleransi lebih longgar.

Dibongkar Tito! Begini 2 Modus Kecurangan Beras Oplosan, Perusahaan Besar Bermain!

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co - skema kotor bisnis beras akhirnya terbongkar setelah menteri dalam negeri mengungkap dua modus kecurangan yang merugikan masyarakat secara masif.

tak main-main, perusahaan-perusahaan besar yang selama ini dikenal publik sebagai pemasok terpercaya ikut bermain.

“ini dilakukan oleh perusahaan besar. bayangkan, satu karung beras saja sudah dikurangi setengah kilo. kalau dikalikan jutaan karung? ini merugikan rakyat!” tegas tito.

dua modus licik: kurangi isi dan oplos kualitas!

tito pun mengungkap dua modus kecurangan yang dilakukan aksi pengoplosan beras ini.

pertama, pengurangan isi kemasan.

beras 5 kilogram ternyata hanya berisi 4,5 kilogram.

setengah kilo per kantong mungkin terlihat sepele, tapi jika jutaan kantong dikurangi?

rakyat kehilangan ratusan ton beras secara diam-diam.

kedua, pengoplosan beras premium.

beras kualitas medium dicampur dengan premium, lalu tetap dijual dengan harga beras kelas atas.

ini artinya, masyarakat ditipu--membeli yang terbaik, tapi menerima kualitas yang lebih rendah.

presiden prabowo geram, sebut penipuan

kasus beras oplosan ini mendapat atensi dari presiden prabowo subianto.

bahkan, terang tito, presiden menyebut pengoplosan beras ini merupakan penipuan.

ia pun menegaskan jika stabilitas harga beras kini menjadi prioritas nomor satu, setara pentingnya dengan bbm dalam kebijakan nasional.

hasil investigasi, 212 merek beras tersandung

investigasi yang dilakukan kementerian pertanian (kementan) dan satgas pangan polri sepanjang 6–23 juni 2025, berhasil menemukan 212 merek yang tidak lolos uji mutu.

dari 268 sampel yang diuji di 10 provinsi, terbukti banyak beras melanggar standar mutu sni.

standar sni dilanggar, konsumen jadi korban

padahal, menurut sni 6128:2020, beras premium harus memenuhi syarat kadar air maksimal 14%, butir kepala minimal 85%, dan butir patah maksimal 14,5%.

sementara beras medium punya toleransi lebih longgar.

tapi kenyataannya, banyak beras yang dipasarkan sebagai premium tak memenuhi standar ini.

“ini seperti membeli emas 24 karat, tapi yang kita dapat hanya emas 18 karat. konsumen jelas jadi korban,” ujar menteri pertanian andi amran sulaiman.

Tag
Share