bacakoran.co

Viral Video Warga Ciledug Buang Sampah di Tengah Jalan Raya, Ternyata Ini Alasannya

Viral video warga Ciledug buang sampah di tengah jalan jadi pembatas lalu lintas/Kolase Bacakoran.co--Instagram @fakta.indo

BACAKORAN.CO - Sebuah video memperlihatkan aksi warga yang membuang sampah di tengah jalan kawasan Raden Patah, Ciledug, video tersebut memperlihatkan tumpukan sampah rumah tangga membentang seperti pembatas lalu lintas. 

Bahkan terlihat pengendara motor turut membawa bungkusan sampah dan meletakkannya di tumpukan yang sama.

Aksi tak biasa ini sontak memicu beragam komentar dari netizen.

Sebagian mengkritik keras, sementara lainnya menyebutkan bahwa itu mungkin bentuk protes atas tidak tersedianya Tempat Pembuangan Sementara (TPS). 

Ada pula komentar sinis yang mempertanyakan kemana larinya dana kebersihan daerah.

BACA JUGA:Tolak Mobil Dinas Rp3 Miliar, Wali Kota Jogja Pilih Beli 600 Gerobak Sampah untuk Setiap RW

BACA JUGA:Mengisi Liburan dengan Aksi Nyata! Bersih-Bersih Sampah Pantai di Surabaya

Fenomena Tumpukan Sampah

Menurut warga sekitar, seperti Ade, pemilik toko kelontong yang berhadapan langsung dengan tumpukan sampah setiap harinya, aktivitas membuang sampah di tengah jalan sudah berlangsung rutin. 

“Sampah mulai dibuang sekitar jam 12 malam. Petugas kebersihan baru mengambilnya sekitar jam 7 pagi,” ungkapnya, Senin (28/7/2025) dilansir Bacakoran.co dari Kompascom.

Ade mengatakan bahwa selama sembilan bulan menetap di lokasi tersebut, ia selalu menyaksikan pemandangan yang sama di depan tokonya. 

Meski mengganggu aktivitas usaha dan lalu lintas, warga tetap melanjutkan kebiasaan tersebut.

BACA JUGA:Banjir Surut di Ciledug Indah! Warga Bergerak Bersihkan Lumpur dan Sampah

BACA JUGA:Akhirnya Teratasi! Sampah Menumpuk 2 Bulan di Pasar Gedebage Diangkut

Layanan Pengangkutan Tak Optimal, Warga Bertindak Mandiri

Masalah sampah di Ciledug bukanlah isu baru. 

Viral Video Warga Ciledug Buang Sampah di Tengah Jalan Raya, Ternyata Ini Alasannya

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co - sebuah video memperlihatkan aksi warga yang membuang di tengah jalan kawasan raden patah, , video tersebut memperlihatkan tumpukan sampah rumah tangga membentang seperti pembatas lalu lintas. 

bahkan terlihat pengendara motor turut membawa bungkusan sampah dan meletakkannya di tumpukan yang sama.

aksi tak biasa ini sontak memicu beragam komentar dari netizen.

sebagian mengkritik keras, sementara lainnya menyebutkan bahwa itu mungkin bentuk atas tidak tersedianya tempat pembuangan sementara (tps). 

ada pula komentar sinis yang mempertanyakan kemana larinya dana kebersihan daerah.

fenomena tumpukan sampah

menurut warga sekitar, seperti ade, pemilik toko kelontong yang berhadapan langsung dengan tumpukan sampah setiap harinya, aktivitas membuang sampah di tengah jalan sudah berlangsung rutin. 

“sampah mulai dibuang sekitar jam 12 malam. petugas kebersihan baru mengambilnya sekitar jam 7 pagi,” ungkapnya, senin (28/7/2025) dilansir bacakoran.co dari kompascom.

ade mengatakan bahwa selama sembilan bulan menetap di lokasi tersebut, ia selalu menyaksikan pemandangan yang sama di depan tokonya. 

meski mengganggu aktivitas usaha dan lalu lintas, warga tetap melanjutkan kebiasaan tersebut.

layanan pengangkutan tak optimal, warga bertindak mandiri

masalah sampah di ciledug bukanlah isu baru. 

banyak warga yang mengaku telah membayar iuran kebersihan secara rutin, namun pengangkutan sampah tidak dilakukan secara maksimal. 

tempat pembuangan sementara juga disebut sudah penuh dan tidak cukup menampung limbah rumah tangga warga.

situasi ini memicu warga untuk mengambil jalan pintas dengan menjadikan tengah jalan sebagai "tps darurat", yang memudahkan truk sampah mengambil sampah secara seragam setiap pagi.

meskipun metode tersebut terlihat pragmatis, tidak bisa disangkal bahwa hal ini menyalahi aturan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. 

selain itu, tindakan ini merusak estetika kota dan menunjukkan lemahnya kesadaran terhadap pentingnya ruang publik.

aksi ini tentunya menjadi kontroversi di media sosial, seperti di dalam kolom komentar unggahan akun instagram @fakta.indo yang mengunggah ulang video tersebut.

"salah dunk kalo taro disitu mah,harus nya dikantor2 bupati atau walikota,kalau disitu menggangu sesama masyarakat."

"bentuk protes tps mungkin?"

"tps nya ga ada ?? dana desa dikemanain ??"

"saya tiap hari lewat ciledug sini, jadi emang agak aneh cara buang sampahnya sih, tapi itu memudahkan petugas kebersihan yg menggunakan truk sampah utk ambil sampahnya tiap pagi."

"kalo disebut sdm rendah, ngamuk ga? atau numpuk sampah disitu ada maksud tersendiri?"

komentar ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan lapangan, meski tetap harus berada dalam koridor hukum dan tata kelola yang baik.

fenomena di ciledug ini menjadi refleksi budaya sosial kita: cenderung menunggu masalah membesar atau viral dulu, baru ditindaklanjuti. 

padahal, pola tersebut hanya akan memperpanjang deretan keluhan.

membuang sampah di tengah jalan bukan solusi ideal. namun di balik aksi tersebut, ada suara warga yang meminta sistem yang lebih baik. 

dan semoga video viral ini menjadi titik balik kesadaran antara pemerintah dan rakyat.

Tag
Share