Selamat Jalan Kwik Kian Gie: Indonesia Kehilangan Sosok Ekonom Visioner
sosok Kwik Kian Gie--
BACAKORAN.CO — Dunia ekonomi Indonesia berduka atas kepergian salah satu tokoh besar yang telah banyak memberi warna pada perjalanan negeri ini.
Ekonom senior dan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kwik Kian Gie, dikabarkan telah berpulang pada Senin malam, 28 Juli 2025.
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, melalui akun X miliknya.
Dalam cuitan tersebut, Sandi mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas sosok yang ia sebut sebagai “ekonom, pendidik, dan nasionalis sejati.”
Sandi mengenang Kwik sebagai seorang mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran, bahkan dalam badai tantangan demi kepentingan rakyat dan bangsa. “Indonesia berduka,”tulisnya.
BACA JUGA:Prabowo Tunjuk 5 Tokoh Jadi Pansel Ombudsman RI 2026–2031, Siapa Saja Mereka?
Kwik Kian Gie lahir pada 11 Januari 1935. Perjalanan politiknya dimulai saat ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 1987, dan tetap setia saat partai tersebut bertransformasi menjadi Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P).
Melalui partai ini, Kwik sempat menduduki sejumlah posisi penting, termasuk sebagai anggota DPR RI dan Wakil Ketua MPR RI.
Kontribusinya terhadap perekonomian nasional sangat signifikan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dari Oktober 1999 hingga Agustus 2000.
Tak berhenti di situ, pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Kwik dipercaya memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) selama lebih dari tiga tahun.
BACA JUGA:Tolak Mobil Dinas Rp3 Miliar, Wali Kota Jogja Pilih Beli 600 Gerobak Sampah untuk Setiap RW
BACA JUGA:Tragis! Avanza Rem Blong Masuk Jurang Cangar-Pacet, 1 Tewas dan 4 Luka-Luka
Di luar jabatan formalnya, Kwik dikenal sebagai sosok yang vokal dan kritis terhadap kebijakan pemerintah, baik saat ia menjabat maupun setelah pensiun dari dunia politik.
Ia tidak segan menyuarakan pendapat berbeda, terutama dalam isu-isu ekonomi yang dianggap merugikan rakyat.
Kepergian Kwik Kian Gie meninggalkan lubang besar dalam dunia pemikiran ekonomi dan kebijakan publik Indonesia.
Pemikiran tajam dan keberanian menyuarakan suara rakyat akan terus dikenang. Selamat jalan, Pak Kwik. Warisanmu akan tetap hidup dalam semangat keadilan dan keberpihakan pada rakyat.