Darurat BBM di Jember! Pemerintah Liburkan Sekolah dan Terapkan WFH untuk ASN?
Krisis BBM di Jember memaksa sekolah beralih ke pembelajaran daring. Simak kebijakan terbaru Pemkab Jember, dampaknya terhadap pendidikan, dan solusi yang diterapkan.--Youtube-CNN Indinesia
BACA JUGA:WOW! TNI AL Nunggak Utang BBM Rp3,2 Triliun ke Pertamina, Minta Dihapus?
Guru dan siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah masing-masing.
Meskipun sebagian guru tetap hadir di sekolah, kehadiran tersebut bersifat sukarela dan tidak diwajibkan.
Kepala SDN Jatiroto 01, Edi Budiyanto, "Menyebut bahwa kebijakan daring sangat membantu guru yang kesulitan mendapatkan BBM, bahkan harus membeli di pasar gelap dengan harga tinggi," ujarnya.
Pembelajaran Daring: Tantangan dan Harapan
BACA JUGA:Pertamina Umumkan Penurunan Harga BBM Menjelang Mudik Lebaran 2025, Cek Rinciannya di Daerahmu
BACA JUGA:Gegara Pertamax Oplosan, Pengendara Lebih Pilih Shell Isi BBM Kendaraan buat Mudik?
Meski pembelajaran daring bukan hal baru, penerapannya kembali di tengah krisis BBM menghadirkan tantangan tersendiri.
Beberapa guru tetap hadir di sekolah secara sukarela, sementara mayoritas siswa dan tenaga pendidik mengikuti kegiatan belajar dari rumah.
Kepala SMPN 4 Jember, Surawi, menyatakan bahwa sistem daring menjadi solusi efektif untuk menjaga kelangsungan pendidikan di tengah keterbatasan mobilitas.
Namun, tantangan seperti keterbatasan akses internet dan perangkat belajar masih menjadi perhatian.
BACA JUGA:Waduh, Sopir Truk Tangki BBM Diduga Oplos Pertamax
Langkah Mitigasi Pemerintah
Selain menerbitkan Surat Edaran, Pemkab Jember juga berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat distribusi BBM.
Pasokan tambahan telah dikirim dari Surabaya, Malang, dan Solo.
Pemerintah juga menjamin bahwa layanan darurat seperti ambulans tetap mendapat prioritas pasokan.