bacakoran.co - pemerintah kini resmi mengerek plafon usaha mikro kecil menengah () hingga rp 20 miliar.
angka ini naik drastis, hingga empat kali lipat dari sebelumnya hanya rp 5 miliar.
langkah ini diumumkan langsung oleh menko perekonomian dalam konferensi pers di jakarta.
menurut airlangga, kebijakan ini bukan lagi wacana, tapi sudah berjalan saat ini.
"sudah disiapkan kur-nya untuk umkm dengan plafon rp 5 miliar, tapi bisa revolving, dan plafon totalnya kini jadi rp 20 miliar," tegas airlangga.
fokus kur perumahan, target 450 ribu unit
kur yang dimaksud juga menyasar sektor perumahan umkm, dengan target ambisius 450 ribu unit.
program ini didesain bukan hanya untuk mendorong pertumbuhan sektor properti, tapi juga menyentuh langsung kehidupan pelaku usaha kecil hingga menengah yang belum memiliki hunian layak.
pemerintah tetap melanjutkan subsidi flpp (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) yang tahun ini ditargetkan menembus 350 ribu unit rumah.
dari target tersebut, 147 ribu unit sudah terealisasi.
“program ini bukan hanya menyentuh sektor properti, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lewat sektor bangunan,” jelas menteri keuangan (menkeu) sri mulyani.
dana jumbo siap digelontorkan
tak tanggung-tanggung, dana likuiditas sebesar rp 130 triliun telah digelontorkan oleh danantara ke himpunan bank milik negara (himbara) untuk mendukung pelaksanaan kur perumahan ini.
ceo danantara, roslan roeslani menyebutkan jika sektor perumahan adalah motor penting ekonomi nasional.
“rumah adalah kebutuhan utama, dan sektor ini memiliki efek domino yang besar untuk ekonomi rakyat,” katanya.