Transgender, Jangan Coba-Coba Tampil di Olimpiade 2028
Petinju Aljazair, Imane Khelif masih dituding sebagai petinju transgender--
Pada Olimpiade Paris 2024 ada tudingan petinju transgender Imane Khelif dari Aljazair Lin Yu-Ting dari Taiwan dicurigai sebagai petinju transgender. Imane Khelif yang membuat lawannya petinju asal Italia Angel Carini harus mundur dari arena tinju.
Carini tak mampu menahan pukulan yang keras dari Imane Khelif. Banyak orang bertanya-tanya kenapa ada petinju transgender berlaga pada Olimpiade padahal untuk lolos seleksi bertanding pada Olimpiade sangat ketat.
Entah mengapa pada cabor tinju Wanita Olimpiade Paris 2024 dibolehkan tampil oleh panitia. Padahal baik Imane Khelif dan Lin Yu-Ting pernah didiskualifikasi pada kejuaraan tinju dunia di India tahub 2023 lalu.
Tim Rusia yang dirugikan langsung melakukan protes kepada kedua petinju gender itu kepada International Boxing Association (IBA). Keduanya gagal melakukan tes gender. Medali perunggu yang diraih oleh Lin Yu-Ting langsung dicabut darinya.
Meski didiskualifikasi pada kejuaran tinju dunia, eh malah federasi olimpiade, IOC memberikan lampu hijau dengan memperbolehkan keduanya main di arena Olimpiade. Dan sekarang menuai kontroversial pada pesta olahraga terakbar di jagad bumi.
Untuk kasus petinju Italia, Angela Carini memang menghentakkan pentas Olimpiade Paris 2024. Carini memutuskan mundur pada ronde pertama setelah tampil selama 46 detik. Dia langsung dihajar oleh Imane Khelif.
Padahal dalam karirnya bertinju dia tidak pernah mendapatkan pukulan sekeras itu. Dia ingin tampil pada Olimpiade untuk memberikan penghormatan kepada ayahnya yang gagal tampil pada Olimpiade.
“Setelah mendapatkan pukulan kedua saya tidak lagi bisa bernapas. Saya langsung menghadap kepada pelatih dan saya katakan cukup dan saya merasa tidak bisa lagi bertanding dengannya,” ucap Angela Carini.
Pelatih Angela Carini tak tahu hidung anak asuhnya itu patah. Dia bahkan sempat berbicara dan banyak orang di Italia untuk tidak usah bertanding lagi karena dia adalah laki-laki. “Itu sangat berbahaya bagimu,” ucap pelatih Angela Carini. (*)