bacakoran.co

Cinepolis Batalkan Penayangan Merah Putih: One For All, XXI Nekat Putar di Beberapa Studio

Cinépolis Indonesia lewat Instagram mengumumkan pembatalan penayangan film animasi Merah Putih: One For All, XII tayangkan di beberapa studio-Gambar Ist-

Meski Cinepolis mundur, jaringan Cinema XXI tetap menayangkan film ini di sejumlah studio. Berdasarkan pantauan M-Tix, di Jakarta hanya ada tiga lokasi: XXI Kelapa Gading (Jakarta Utara), XXI Kemang Village (Jakarta Selatan), dan XXI Puri Indah Mall (Jakarta Barat) dengan tiket mulai Rp 40.000.

Di luar Jakarta, beberapa studio di Bandung, Semarang, dan Surabaya juga masih menjadwalkan pemutaran. Namun totalnya hanya 16 layar di seluruh Indonesia, membuat akses penonton menjadi sangat terbatas.

Sejumlah netizen menilai distribusi yang minim ini akan membuat film cepat tenggelam, apalagi bersaing dengan deretan film lokal dan impor yang sedang panas di pasaran.

BACA JUGA:Cuma Nasabah Danamon yang Beruntung, Nonton Film di XXI, CGV, FLIX dan Cinepolis Cashback Rp 25.000

BACA JUGA:Piala Kemerdekaan 2025: Hadapi Uzbekistan, Coach Nova Rotasi 50 Persen Pemain, Ini Alasannya

Kritik dan Kontroversi

Sejak trailer dirilis, Merah Putih: One For All sudah menuai kritik tajam.

Banyak warganet mengomentari kualitas animasi yang kaku, alur cerita yang dinilai lemah, hingga tudingan penggunaan aset visual tanpa izin.

Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Gunawan Paggaru, bahkan mendukung pembatalan Cinepolis.

“Kalau memang kualitasnya belum layak, lebih baik ditunda atau dibatalkan, supaya jadi pelajaran bagi industri film nasional,” ujarnya.

BACA JUGA:Klaim Sekarang Saldo DANA Kaget Cair Rp630.000 Spesial Kemerdekaan Agustus 2025, Bisa Ambil Tanpa Ribet

BACA JUGA:Piala Dunia U17 2025: 30 Pemain Timnas Indonesia U17 Siap Pemanasan di Piala Kemerdekaan 2025

Sutradara Endiarto membantah bahwa proyek ini memakan biaya besar, meski angka Rp 6,7 miliar beredar luas.

“Kita ini sifatnya proyek gotong royong. Enggak ada dana, enggak ada budget. Budget-nya itu spirit,” tegasnya.

Cinepolis Batalkan Penayangan Merah Putih: One For All, XXI Nekat Putar di Beberapa Studio

Yudha IP

Yudha IP


bacakoran.co - kejutan datang dari jaringan bioskop a lewat pengumuman resmi di instagram pada kamis (14/8/2025).

cinepolis membatalkan penayangan film animasi nasional merah putih: one for all yang semula dijadwalkan tayang serentak untuk menyambut hari kemerdekaan ri.

“: one for all, yang sebelumnya dijadwalkan tayang untuk menyambut momen kemerdekaan, resmi tidak jadi ditayangkan di seluruh jaringan cinepolis indonesia. terima kasih atas pengertiannya,” tulis pihak manajemen.

keputusan ini membuat film yang sudah menghabiskan biaya produksi hingga rp 6,7 miliar itu gagal meraih layar luas.

langkah cinepolis dianggap sebagai sinyal bahwa jaringan bioskop mulai lebih selektif, terutama terhadap film yang berpotensi memicu kontroversi atau dinilai belum memenuhi standar teknis.

bagi tim produksi, pembatalan ini menjadi pukulan besar — tidak hanya secara finansial, tetapi juga citra.

apalagi, momen 17 agustus yang seharusnya menjadi momentum promosi nasional justru berbalik menjadi badai kritik.

film yang diproduksi oleh perfiki kreasindo ini menceritakan delapan anak dari berbagai daerah di indonesia yang bersatu mencari bendera pusaka yang hilang tiga hari sebelum upacara kemerdekaan.

meski mengusung pesan persatuan, eksekusinya dinilai belum mampu menggerakkan hati publik.

xxi masih memutar di beberapa kota

meski cinepolis mundur, jaringan cinema xxi tetap menayangkan film ini di sejumlah studio. berdasarkan pantauan m-tix, di jakarta hanya ada tiga lokasi: xxi kelapa gading (jakarta utara), xxi kemang village (jakarta selatan), dan xxi puri indah mall (jakarta barat) dengan tiket mulai rp 40.000.

di luar jakarta, beberapa studio di bandung, semarang, dan surabaya juga masih menjadwalkan pemutaran. namun totalnya hanya 16 layar di seluruh indonesia, membuat akses penonton menjadi sangat terbatas.

sejumlah netizen menilai distribusi yang minim ini akan membuat film cepat tenggelam, apalagi bersaing dengan deretan film lokal dan impor yang sedang panas di pasaran.

kritik dan kontroversi

sejak trailer dirilis, merah putih: one for all sudah menuai kritik tajam.

banyak warganet mengomentari kualitas animasi yang kaku, alur cerita yang dinilai lemah, hingga tudingan penggunaan aset visual tanpa izin.

ketua badan perfilman indonesia (bpi), gunawan paggaru, bahkan mendukung pembatalan cinepolis.

“kalau memang kualitasnya belum layak, lebih baik ditunda atau dibatalkan, supaya jadi pelajaran bagi industri film nasional,” ujarnya.

sutradara endiarto membantah bahwa proyek ini memakan biaya besar, meski angka rp 6,7 miliar beredar luas.

“kita ini sifatnya proyek gotong royong. enggak ada dana, enggak ada budget. budget-nya itu spirit,” tegasnya.

Tag
Share