bacakoran.co - 5 jenis perawatan yang justru bisa merusak kulit, kamu harus hati-hati, jangan terjebak tren!
tidak semua hasilnya bagus.
ada beberapa jenis treatment yang terlihat keren dan populer di media sosial, tapi sebenarnya bisa merusak kulit jika dilakukan terlalu sering atau tanpa pengawasan ahli.
ironisnya, banyak orang melakukan perawatan ini demi tampil glowing, tapi malah jadi breakout, iritasi, bahkan mempercepat penuaan dini.
agar kamu tidak salah langkah lagi, simak 5 jenis perawatan kulit yang sebaiknya mulai dihindari atau dilakukan dengan ekstra hati-hati mulai sekarang!
1. eksfoliasi berlebihan / scrub kasar
eksfoliasi memang penting untuk mengangkat sel kulit mati.
tapi jika dilakukan terus-menerus – apalagi pakai scrub kasar – kulit akan kehilangan lapisan pelindungnya.
akibatnya, muncul kemerahan, sensasi terbakar, dan menjadi lebih sensitif.
cukup lakukan eksfoliasi 1–2 kali seminggu dan pilih produk chemical exfoliant ringan seperti aha/bha dengan kadar rendah.
2. facial squeezing (paksa keluarkan komedo)
banyak orang merasa puas saat komedo dikeluarkan dengan cara ditekan.
padahal kebiasaan ini bisa merusak lapisan kulit, memperbesar pori, sampai meninggalkan bekas hitam atau bopeng.
gunakan produk yang membantu membersihkan pori seperti niacinamide, salicylic acid, atau retinol daripada memaksa memencet komedo.
3. penggunaan skincare berlapis-lapis (layering berlebihan)
tren 10 step skincare masih populer, tapi tidak semua kulit bisa menerima banyak produk sekaligus.
terlalu banyak layering bisa menyumbat pori-pori dan memicu iritasi atau fungal acne.
gunakan 3–4 produk inti: cleanser, moisturizer, sunscreen, dan satu serum aktif. less is more!
4. masker wajah setiap hari
sheet mask memang menyenangkan, tapi kalau dipakai tiap hari bisa membuat kulit terlalu lembap dan rentan bakteri.
begitu juga clay mask yang terlalu sering dipakai bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi.
gunakan sheet mask 2–3 kali dalam seminggu. clay mask cukup 1–2 kali seminggu untuk kulit berminyak.
5. diy skincare berbahan dapur (lemon, baking soda, dll.)
meski alami, ph bahan dapur seperti lemon atau baking soda tidak cocok untuk kulit wajah.
lemon terlalu asam, baking soda terlalu basa – hasilnya justru merusak skin barrier.
pilih skincare yang memang diformulasikan dermatologically tested dan aman untuk kulit.
tidak semua tren skincare cocok untuk semua orang. yang populer belum tentu baik untuk kondisi kulitmu.
hindari treatment berlebihan seperti scrub kasar, facial komedo paksa, layering berlebihan, masker harian, dan diy bahan dapur.
fokus saja pada rutinitas sederhana dan pakai produk sesuai kebutuhan kulit.
kulit sehat bukan hasil perawatan mahal, tapi hasil konsistensi dan pemilihan produk yang tepat.