bacakoran.co

Macan Tutul Masuk Balai Desa Kuningan, Siap Dilepasliarkan ke Gunung Ciremai

Macan tutul masuk balai desa kuningan, siap dilepasliarkan ke gunung ciremai--

Kajian habitat juga sedang dilakukan untuk memastikan lokasi pelepasliaran memiliki ekosistem yang mendukung, termasuk ketersediaan pakan dan minimnya konflik dengan populasi satwa lain.

Kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan habitat satwa liar.

BACA JUGA:Ini Jejak Bisnis Dwi Hartono Crazy Rich Rimbo Bujang Jambi yang Diduga Otak Pembunuhan Ilham Pradipta

BACA JUGA:Tak Lagi Harmonis Ini Isi Gugatan Pratama Arhan Gugat Cerai Azizah Salsha: Sudah Pisah Rumah Hampir 1 Tahun

BBKSDA Jabar bersama mitra konservasi, pemda, dan kepolisian telah menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani situasi darurat ini.

Dengan proses rehabilitasi dan pelepasliaran yang sesuai prosedur, diharapkan macan tutul tersebut dapat kembali hidup bebas di alam liar Gunung Ciremai.

Macan Tutul Masuk Balai Desa Kuningan, Siap Dilepasliarkan ke Gunung Ciremai

Melly

Melly


bacakoran.co — warga desa kutamandarakan, kecamatan maleber, kabupaten kuningan, jawa barat, dikejutkan oleh kemunculan seekor macan tutul dewasa yang masuk ke dalam balai desa.

kejadian langka ini sontak membuat suasana desa mencekam dan viral di media sosial.

beruntung, satwa dilindungi tersebut berhasil dievakuasi dengan aman dan kini tengah menjalani proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya di taman nasional gunung ciremai (tngc).

macan tutul tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja bangunan yang hendak mengambil perkakas di ruang bekas balai desa.

ia terkejut melihat hewan buas itu bersembunyi di bawah tumpukan kursi.

petugas damkar kuningan segera dikerahkan ke lokasi, namun karena keterbatasan alat dan status satwa yang dilindungi, proses evakuasi harus menunggu kedatangan tim balai besar konservasi sumber daya alam (bbksda) jawa barat dari bandung.

kepala bbksda jabar, agus arianto, menjelaskan bahwa macan tutul tersebut kini berada di lembang zoo, bandung barat, untuk menjalani observasi dan pemeriksaan kesehatan.

awalnya, rehabilitasi direncanakan di taman satwa cikembulan, garut, namun karena fasilitas belum siap, lembang zoo dipilih sebagai lokasi sementara.

“sudah kita selamatkan macan tutulnya, kemudian kita rehab sementara waktu, kita cek dan observasi sambil menunggu rencana pelepasliaran di kawasan taman nasional gunung ciremai,” ujar agus arianto.

jika hasil observasi menunjukkan bahwa macan tutul dalam kondisi sehat dan tngc telah siap menerima, pelepasliaran akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

kajian habitat juga sedang dilakukan untuk memastikan lokasi pelepasliaran memiliki ekosistem yang mendukung, termasuk ketersediaan pakan dan minimnya konflik dengan populasi satwa lain.

kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan habitat satwa liar.

bbksda jabar bersama mitra konservasi, pemda, dan kepolisian telah menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani situasi darurat ini.

dengan proses rehabilitasi dan pelepasliaran yang sesuai prosedur, diharapkan macan tutul tersebut dapat kembali hidup bebas di alam liar gunung ciremai.

Tag
Share