bacakoran.co

Fantastis! OJK Ungkap Kredit Nganggur Capai Rp2.300 Triliun, Bank Kewalahan?

Fantastis! OJK Ungkap Kredit Nganggur Capai Rp2.300 Triliun, Bank Kewalahan?--ai generate/ist

BACA JUGA: BSU BPJS Ketenagakerjaan Rp300 Ribu Cair September 2025? Begini Cara Cek Penerimanya

BACA JUGA:Saldo DANA Cair! Selesaikan Puzzle di Orb Quest, Auto Dapat Saldo DANA Gratis Sampai Rp400 Ribu

Keputusan ini pun dinilai bukannya meringankan, malah menambah beban.

Ia juga menyoroti rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) yang tak kunjung menyentuh 90%.

Pada Juli 2025 sempat 86,54%, turun lagi jadi 86,03% di Agustus, dan sekarang 85,34% setelah dana pemerintah masuk.

“Dunia usaha kita mampu mengejar 90% atau tidak, saya ragu,” kata Dolfie.

Fantastis! OJK Ungkap Kredit Nganggur Capai Rp2.300 Triliun, Bank Kewalahan?

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co – total nganggur atau undisbursed loan capai angka fantastis, menembus rp2.304 triliun per juni 2025.

menurut , nilai itu melesat dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat rp2.152 triliun.

kredit sudah disetujui, tinggal cair

kepala eksekutif pengawas perbankan ojk dian ediana rae menjelaskan, kredit “nganggur” ini sebenarnya sudah disetujui bank dan ditandatangani nasabah, hanya menunggu realisasi.

“ini justru menandakan tingkat kepercayaan tinggi. perjanjiannya sudah ada, tinggal dieksekusi untuk pengembangan berbagai sektor usaha,” ujarnya dalam rapat dengan komisi xi dpr ri.

dian menilai angka jumbo tersebut menjadi indikator potensi ekspansi kredit yang besar.

“kredit menganggur rp2.300 triliun ini sinyal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” tambahnya dilansir dari detik.com.

siklus bisnis menjelang akhir tahun

berdasarkan pengalaman sebelumnya, dian optimistis realisasi kredit bakal tancap gas di kuartal iv.

“menjelang akhir tahun biasanya terjadi percepatan realisasi, sesuai siklus bisnis yang normal,” ungkapnya.

dana pemerintah rp200 t jadi sorotan

namun, wakil ketua komisi xi dpr ri dolfie othniel frederic palit mengkritisi kebijakan pemerintah yang menempatkan dana rp200 triliun di himpunan bank milik negara (himbara).

“yang nganggur saja sudah rp2.000-an triliun, sekarang ditambah rp200 triliun lagi,” tuturnya.

keputusan ini pun dinilai bukannya meringankan, malah menambah beban.

ia juga menyoroti rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/ldr) yang tak kunjung menyentuh 90%.

pada juli 2025 sempat 86,54%, turun lagi jadi 86,03% di agustus, dan sekarang 85,34% setelah dana pemerintah masuk.

“dunia usaha kita mampu mengejar 90% atau tidak, saya ragu,” kata dolfie.

Tag
Share