DPR RI Awasi Program Makan Bergizi Gratis Usai Kasus Keracunan Siswa di Bandung Barat!
DPR RI Awasi Program Makan Bergizi Gratis Usai Kasus Keracunan Siswa di Bandung Barat--Infobanknews
Untuk mencegah terulangnya kasus keracunan, Cucun menekankan perlunya pengadaan alat uji pangan di setiap dapur SPPG.
Ia juga menyarankan agar dilakukan tes organoleptik, yaitu metode pengujian makanan melalui pengamatan visual, penciuman, dan pencicipan.
BACA JUGA:Ribuan Siswa Bandung Barat Keracunan Massal Usai Santap MBG, Dinkes Tunggu Hasil Lab
BACA JUGA:Pahit! Starbucks Tutup Ratusan Gerai dan PHK Massal Gegara Penjualan Anjlok!
Baik di dapur maupun di sekolah sebelum makanan disajikan kepada siswa.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi dan aman.
DPR RI juga mendorong agar program MBG diperkuat secara hukum melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).
Dengan adanya payung hukum yang lebih kuat, BGN tidak akan bekerja sendiri, melainkan dapat bersinergi secara lintas kementerian bersama Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta lembaga-lembaga terkait lainnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
BACA JUGA:Soal Tata Kelola Pupuk Subsidi Prinsip 7 Tepat, Ini Janji Kementan!
BACA JUGA:Kapolri Mutasi 4 Kapolda, Ini Nama-nama Peggatinya
“Pemulihan Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti ini jangan dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. BGN perlu berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar penanganan menjadi tanggung jawab nasional,” tegas Cucun.
Ia menekankan bahwa penanganan insiden seperti ini harus dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kepercayaan publik.
Selain penguatan regulasi dan koordinasi antar lembaga, DPR RI juga menilai pentingnya pembentukan forum komunikasi rutin antara sekolah, komite sekolah, dan SPPG.
Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah pengawasan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sehingga tercipta rasa tanggung jawab kolektif terhadap keberlangsungan dan kualitas program MBG.
BACA JUGA:Sekda Hingga Kepala Kesbangpol Prabumulih Diminta Keterangan Jaksa, Terkait Dana Hibah Pilkada 2024