bacakoran.co

Fakta Mengejutkan! Pendaftaran CPNS 2026 Disebut 400 Ribu Formasi, Begini Kata KemenPAN-RB

isu pendaftaran CPNS 2026 dibuka 400.000 formasi--BTW Edutech

BACAKORAN.CO - Media sosial kembali dihebohkan dengan kabar pendaftaran CPNS 2026 yang disebut-sebut akan dibuka dengan kuota 400.000 formasi. 

Potongan pernyataan Menteri Keuangan serta tangkapan layar pemberitaan semakin membuat masyarakat percaya bahwa pendaftaran CPNS 2026 benar akan digelar.

Klarifikasi KemenPAN-RB

Isu mengenai dibukanya pendaftaran CPNS 2026 ditegaskan tidak benar oleh Mohammad Averrouce, Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik KemenPAN-RB.

BACA JUGA:Peserta Wajib Sabar, Menpan RB Ungkap Kepastian Seleksi CPNS 2026 Masih Tunggu Presiden

Ia menjelaskan pemerintah masih fokus menyelesaikan seleksi CASN 2024 yang jumlah kebutuhannya mencapai 1,26 juta formasi, terbesar dalam 10 tahun terakhir.

“Hingga Oktober 2025, kami masih menyelesaikan persoalan tenaga non-ASN. Kebutuhan CASN tahun 2024 saja mencapai 1,26 juta,” kata Averrouce, Senin (29/9/2025).

Averrouce menambahkan, wacana pendaftaran CPNS 2026 masih perlu kajian lebih lanjut, termasuk anggaran, teknis rekrutmen hingga koordinasi antar kementerian dan lembaga. 

Karena itu masyarakat diminta tidak mudah percaya kabar viral yang belum terverifikasi.

“Masyarakat sebaiknya mencari informasi resmi melalui kanal komunikasi pemerintah,” tegasnya.

BACA JUGA:5 Syarat Wajib yang Harus Dipenuhi Pelamar CPNS 2025, Lewat 1 Bisa Gak Lolos Seleksi

Seleksi CPNS Sekolah Kedinasan 2025

Hingga kini CPNS 2026 belum dipastikan, namun pemerintah tetap menyediakan kesempatan masuk ASN lewat sekolah kedinasan 2025.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), ada 3.252 formasi yang tersebar di tujuh kementerian/lembaga penyelenggara.

Rinciannya antara lain:

STMKG – BMKG: 350 formasi

Fakta Mengejutkan! Pendaftaran CPNS 2026 Disebut 400 Ribu Formasi, Begini Kata KemenPAN-RB

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co - media sosial kembali dihebohkan dengan kabar pendaftaran 2026 yang disebut-sebut akan dibuka dengan kuota 400.000 formasi. 

potongan pernyataan menteri keuangan serta tangkapan layar pemberitaan semakin membuat masyarakat percaya bahwa pendaftaran benar akan digelar.

klarifikasi kemenpan-rb

isu mengenai dibukanya ditegaskan tidak benar oleh mohammad averrouce, kepala biro data, komunikasi, dan informasi publik kemenpan-rb.

ia menjelaskan pemerintah masih fokus menyelesaikan seleksi casn 2024 yang jumlah kebutuhannya mencapai 1,26 juta formasi, terbesar dalam 10 tahun terakhir.

“hingga oktober 2025, kami masih menyelesaikan persoalan tenaga non-asn. kebutuhan casn tahun 2024 saja mencapai 1,26 juta,” kata averrouce, senin (29/9/2025).

averrouce menambahkan, wacana pendaftaran cpns 2026 masih perlu kajian lebih lanjut, termasuk anggaran, teknis rekrutmen hingga koordinasi antar kementerian dan lembaga. 

karena itu masyarakat diminta tidak mudah percaya kabar viral yang belum terverifikasi.

“masyarakat sebaiknya mencari informasi resmi melalui kanal komunikasi pemerintah,” tegasnya.

seleksi cpns sekolah kedinasan 2025

hingga kini cpns 2026 belum dipastikan, namun pemerintah tetap menyediakan kesempatan masuk asn lewat sekolah kedinasan 2025.

berdasarkan data badan kepegawaian negara (bkn), ada 3.252 formasi yang tersebar di tujuh kementerian/lembaga penyelenggara.

rinciannya antara lain:

stmkg – bmkg: 350 formasi

stis – bps: 400 formasi

pssn – bssn: 50 formasi

ipdn – kemendagri: 1.061 formasi

stin – bin: 100 formasi

pkn stan – kemenkeu: 500 formasi

sipencatar – kemenhub: 791 formasi

proses seleksi sekolah kedinasan 2025 mencakup tahapan mulai dari pendaftaran, verifikasi administrasi, pembayaran pnbp, hingga ujian skd yang dijadwalkan berlangsung pada agustus 2025.

dengan maraknya isu pendaftaran cpns 2026, pemerintah meminta masyarakat lebih waspada terhadap potensi penipuan. 

banyak oknum memanfaatkan isu rekrutmen cpns untuk menjebak korban melalui modus uang pelicin atau biaya administrasi palsu.

untuk informasi resmi seputar pendaftaran cpns 2026, masyarakat sebaiknya hanya mengakses situs kemenpan-rb, bkn.

Tag
Share