Rambut Rontok Makin Parah? Ini Tanda Tubuhmu Sedang Kirim Sinyal Bahaya, Kenali Penyebab dan Solusinya
Rambut rontok lebih dari 100 helai per hari bisa jadi sinyal gangguan tubuh. Kenali penyebab medis, gaya hidup, dan solusi efektif dari para ahli.--Freepik.com
BACAKORAN.CO - Apakah kamu mulai merasa jumlah rambut yang tertinggal di sisir semakin banyak setiap kali menyisir? Atau belahan rambut tampak makin lebar dari biasanya? Jika iya, kamu tidak sendiri.
Rambut rontok memang sering dianggap sepele di awal, tapi jika dibiarkan, bisa berdampak besar pada kepercayaan diri dan kualitas hidup.
Kerontokan rambut dalam jumlah kecil sebenarnya adalah hal yang normal.
Namun, ketika jumlah rambut yang rontok melebihi 100 helai per hari, tubuh bisa saja sedang memberi sinyal bahwa ada gangguan dari dalam yang perlu diperhatikan.
Apa Itu Rambut Rontok dan Kapan Harus Waspada?
Rambut rontok adalah kondisi di mana rambut terlepas dari kulit kepala lebih cepat atau lebih banyak dari siklus alami pertumbuhannya.
BACA JUGA:Begini Cara Mengatasi Rambut Rontok Menurut Ustaz Dhanu, Ternyata Ini Sumber Penyebabnya!
Melansir dari Prevention, dr. Mona Gohara, dokter kulit bersertifikat dan profesor klinis di Yale School of Medicine, menjelaskan bahwa siklus alami rambut terdiri dari dua fase utama, sekitar 90 persen rambut berada dalam fase pertumbuhan, dan 10 persen berada dalam fase rontok.
Namun, ketika keseimbangan ini terganggu—baik karena faktor internal seperti hormon dan nutrisi, maupun eksternal seperti stres dan gaya hidup—kerontokan bisa menjadi berlebihan dan sulit dikendalikan.
Langkah Pertama
Sebelum buru-buru membeli produk perawatan rambut, langkah pertama yang disarankan adalah memeriksa kondisi kesehatan tubuh.
Menurut dr. Gohara, tes darah melalui dokter umum bisa membantu mengidentifikasi gangguan metabolik seperti:
- Kekurangan zat besi atau vitamin (D, B12, folat)
- Gangguan tiroid
- Penyakit autoimun
- Selain itu, perubahan hormon juga memainkan peran besar, terutama pada wanita menjelang atau saat menopause.
BACA JUGA:10 Manfaat Daun Pisang Kering Untuk Rambut Rontok dan Botak, Ternyata Punya Kandungan Senyawa Ini...
BACA JUGA:Bolehkah Keramas Sehari Lebih dari Satu Kali? Begini Fakta dalam Perspektif Kesehatan Rambut
Dr. Jessica Shepherd, dokter kandungan dan penulis buku Generation M, menyebutkan bahwa penurunan hormon estrogen dan progesteron selama masa perimenopause dapat memperlambat siklus pertumbuhan rambut, sehingga rambut menjadi lebih tipis dan rapuh.