bacakoran.co

Gebrakan Baru! Kementerian PU Akan Berikan Pelatihan pada Santri untuk Menjadi Tenaga Konstruksi Bersertifikat

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menghadiri penandatanganan MoU penyelenggaraan infrastruktur pesantren di Jakarta, Selasa (14/10/2025).--KompasTv

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bentuk nyata pemerintah dalam memperkuat kemandirian pesantren agar tidak sepenuhnya bergantung pada pihak luar dalam proses pembangunan infrastruktur.

Meski ide ini menuai antusiasme, muncul juga kekhawatiran publik bahwa santri bisa dieksploitasi sebagai tenaga kerja murah, namun Dody menepis anggapan itu.

Ia memastikan pelatihan yang diberikan hanya mencakup keterampilan dasar konstruksi seperti teknik penyemenan atau pelapisan dinding, bukan pekerjaan berat atau teknis kompleks yang seharusnya ditangani profesional.

“Saya tidak yakin kalau itu akan menjadi eksploitasi anak, karena memang dari dulu pesantren, dari dulu sekali sifatnya sudah gotong royong,” jelasnya, dikutip dari Kompas.Tv.

Dody menegaskan, pelatihan ini bukan hanya soal membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun ruang belajar yang memuliakan manusia.

BACA JUGA:Update Evakuasi Ponpes Al Khoziny! BNPB Sebut 49 Korban Belum Ditemukan, Identifikasi Jenazah Terkendala

BACA JUGA:58 Korban Belum Ditemukan di Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Alat Berat Mulai Digunakan

Pemerintah berharap, pelatihan ini bisa menjadi pintu bagi para santri untuk memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat, baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat luas.

Program pelatihan ini muncul seiring dengan rencana revitalisasi Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang musalanya roboh pada 29 September 2025 lalu.

Pemerintah memastikan pembangunan kembali fasilitas tersebut akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta menerapkan prinsip keamanan dan kelayakan bangunan sesuai standar konstruksi nasional.

Dody juga menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan pendampingan di lapangan melalui dinas-dinas PU daerah dan pejabat fungsional penataan bangunan. 

Langkah ini disambut positif oleh kalangan pesantren dan pemerhati pendidikan.

BACA JUGA:Heboh! Santri Ponpes Ora Aji Milik Gus Miftah Diduga Dianiaya, 13 Orang Jadi Tersangka, Tapi Tidak Ditahan?

BACA JUGA:Terkuak! Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Lecehkan 22 Santriwati, Korban Berani Lapor Usai Viral Tokoh 'Walid'

Banyak yang menilai kebijakan tersebut bisa mencetak generasi santri yang terampil, mandiri, dan berdaya saing di sektor konstruksi.

Gebrakan Baru! Kementerian PU Akan Berikan Pelatihan pada Santri untuk Menjadi Tenaga Konstruksi Bersertifikat

Yudha IP

Yudha IP


bacakoran.co - langkah mengejutkan datang dari

pemerintah melalui menteri pu dody hanggodo mengumumkan program baru yang siap mengubah wajah pendidikan pesantren di indonesia: pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi untuk secara gratis.

program ini bukan sekadar pelatihan teknis.

menurut dody, inisiatif tersebut adalah bentuk penghargaan terhadap budaya gotong royong di lingkungan yang telah menjadi tradisi turun-temurun.

“kami benar-benar tidak ingin semangat budaya itu hilang. kami justru ingin memperkuatnya. insyaallah, kementerian pu akan melatih dan mensertifikasi para santri sebagai tenaga kerja konstruksi,” ujar dody dikutip dari tempo.co, selasa (14/10/2025).

pelatihan ini menjadi bagian dari nota kesepahaman antara tiga kementerian, yakni kementerian pekerjaan umum, kementerian dalam negeri, dan kementerian agama.

kesepakatan tersebut difasilitasi oleh menko pm abdul muhaimin iskandar dan ditandatangani untuk memperkuat penyelenggaraan infrastruktur pesantren di seluruh indonesia.

isi kerja sama mencakup pertukaran data pesantren, pembinaan teknis bangunan, penyehatan lingkungan, serta koordinasi perizinan dan pengawasan bangunan gedung (pbg) oleh pemerintah daerah.

dody menegaskan, pelatihan ini 100 persen gratis alias tanpa biaya sepeser pun bagi peserta.

“kami sangat-sangat berharap agar semangat ini berubah menjadi keahlian yang diakui. mereka, para santri, bisa membangun pesantrennya sendiri dengan standar yang benar,” kata dody, dikutip dari detiknews.

ia menambahkan, program ini juga menjadi bentuk nyata pemerintah dalam memperkuat kemandirian pesantren agar tidak sepenuhnya bergantung pada pihak luar dalam proses pembangunan infrastruktur.

meski ide ini menuai antusiasme, muncul juga kekhawatiran publik bahwa santri bisa dieksploitasi sebagai tenaga kerja murah, namun dody menepis anggapan itu.

ia memastikan pelatihan yang diberikan hanya mencakup keterampilan dasar konstruksi seperti teknik penyemenan atau pelapisan dinding, bukan pekerjaan berat atau teknis kompleks yang seharusnya ditangani profesional.

“saya tidak yakin kalau itu akan menjadi eksploitasi anak, karena memang dari dulu pesantren, dari dulu sekali sifatnya sudah gotong royong,” jelasnya, dikutip dari kompas.tv.

dody menegaskan, pelatihan ini bukan hanya soal membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun ruang belajar yang memuliakan manusia.

pemerintah berharap, pelatihan ini bisa menjadi pintu bagi para santri untuk memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat, baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat luas.

program pelatihan ini muncul seiring dengan rencana revitalisasi pondok pesantren al khoziny di sidoarjo, jawa timur, yang musalanya roboh pada 29 september 2025 lalu.

pemerintah memastikan pembangunan kembali fasilitas tersebut akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn) serta menerapkan prinsip keamanan dan kelayakan bangunan sesuai standar konstruksi nasional.

dody juga menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan pendampingan di lapangan melalui dinas-dinas pu daerah dan pejabat fungsional penataan bangunan. 

langkah ini disambut positif oleh kalangan pesantren dan pemerhati pendidikan.

banyak yang menilai kebijakan tersebut bisa mencetak generasi santri yang terampil, mandiri, dan berdaya saing di sektor konstruksi.

sertifikasi resmi dari pemerintah menjadi modal penting bagi mereka untuk bekerja secara profesional, bahkan di luar lingkungan pesantren.

dalam konteks yang lebih luas, pelatihan ini juga dianggap sebagai strategi pemerintah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di sektor keagamaan, sembari menjaga kearifan lokal berupa gotong royong dan swasembada pembangunan pesantren.

“tidak semua pesantren punya finansial yang kuat, jadi gotong royong sangat-sangat diperlukan,” ungkap dody.

dengan semangat gotong royong, ilmu, dan iman, para santri kini siap bukan hanya membangun tembok pesantren, tetapi juga membangun masa depan indonesia yang lebih kokoh.

Tag
Share