bacakoran.co

Xi Jinping Kian Ketat, China Tangkap Puluhan Pendeta Gereja Tak Resmi

Puluhan pendeta & jemaat dari sejumlah gereja rumah ditangkap aparat setempat dibawah Presiden Xi Jinping terhadap kegiatan keagamaan yang tidak diakui negara.-Ilustrasi -

BACAKORAN.CO - Kebebasan beragama di China kembali menjadi sorotan dunia.

Puluhan pendeta dan jemaat dari sejumlah gereja rumah ditangkap aparat setempat, menandakan semakin ketatnya pengawasan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping terhadap kegiatan keagamaan yang tidak diakui negara.

China hanya mengakui dua organisasi Kristen resmi, yakni Asosiasi Katolik Patriotik dan Gerakan Protestan Tiga Diri, keduanya berada di bawah pengawasan ketat Partai Komunis China (PKC).

Namun, banyak umat Kristen di negara itu memilih beribadah di gereja rumah atau gereja independen yang tak terdaftar, salah satunya Zion Protestant Church, yang kini menjadi sasaran utama aparat.

BACA JUGA:Pramono Anung Tak Main-Main! ASN DKI yang Flexing di Medsos Akan Langsung Dipecat, Tak Ada Ampun dari Gubernur

BACA JUGA:Lisa Mariana Diperiksa Bareskrim, Kuasa Hukum Ridwan Kamil Bongkar Inti Kasus!

Awal Oktober lalu, sekitar 30 pendeta dan jemaat Zion Church ditangkap di sedikitnya tujuh provinsi.

Pendiri gereja, Jin “Ezra” Mingri, termasuk di antara mereka yang dibawa untuk diperiksa.

Menurut laporan organisasi ChinaAid, beberapa aparat dilaporkan merusak pintu, memutus aliran listrik, bahkan menyamar sebagai teknisi demi bisa masuk ke rumah-rumah para jemaat.

Sebagian besar dari mereka didakwa menyebarkan “konten keagamaan ilegal secara daring” setelah gereja ini aktif menggelar ibadah online sejak 2018.

BACA JUGA:Sandra Dewi Keberatan, Kejaksaan Agung Tak Gentar dan Akan Tetap Lelang Aset Hasil Korupsi Timah!

BACA JUGA:Tersangka Tapi Tak Ditahan, Lisa Mariana Wajib Lapor ke Bareskrim Polri!

Kini, Zion Church diketahui memiliki sekitar 10.000 anggota di 40 kota besar China.

Kecaman Dunia Internasional

Aksi penangkapan ini memicu kecaman global.

Xi Jinping Kian Ketat, China Tangkap Puluhan Pendeta Gereja Tak Resmi

Melly

Melly


bacakoran.co - kebebasan beragama di china kembali menjadi sorotan dunia.

puluhan pendeta dan jemaat dari sejumlah gereja rumah ditangkap aparat setempat, menandakan semakin ketatnya pengawasan pemerintah di bawah kepemimpinan presiden xi jinping terhadap kegiatan keagamaan yang tidak diakui negara.

china hanya mengakui dua organisasi kristen resmi, yakni asosiasi katolik patriotik dan gerakan protestan tiga diri, keduanya berada di bawah pengawasan ketat partai komunis china (pkc).

namun, banyak umat kristen di negara itu memilih beribadah di gereja rumah atau gereja independen yang tak terdaftar, salah satunya zion protestant church, yang kini menjadi sasaran utama aparat.

awal oktober lalu, sekitar 30 pendeta dan jemaat zion church ditangkap di sedikitnya tujuh provinsi.

pendiri gereja, jin “ezra” mingri, termasuk di antara mereka yang dibawa untuk diperiksa.

menurut laporan organisasi chinaaid, beberapa aparat dilaporkan merusak pintu, memutus aliran listrik, bahkan menyamar sebagai teknisi demi bisa masuk ke rumah-rumah para jemaat.

sebagian besar dari mereka didakwa menyebarkan “konten keagamaan ilegal secara daring” setelah gereja ini aktif menggelar ibadah online sejak 2018.

kini, zion church diketahui memiliki sekitar 10.000 anggota di 40 kota besar china.

kecaman dunia internasional

aksi penangkapan ini memicu kecaman global.

thomas rachel, komisaris jerman untuk kebebasan beragama, menyebut tindakan china sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan menuntut pembebasan segera bagi para pendeta.

sementara itu, menteri luar negeri as marco rubio juga mendesak beijing menghentikan penindasan terhadap umat kristen dan menjamin kebebasan beribadah tanpa intimidasi.

namun, kementerian luar negeri china menolak tudingan tersebut.

juru bicara lin jian menegaskan bahwa pemerintah hanya menegakkan hukum dan melindungi kegiatan keagamaan yang “sesuai aturan.”

ia juga memperingatkan negara lain agar tidak mencampuri urusan dalam negeri china.

gereja di bawah tekanan xi jinping

menurut lembaga nirlaba global christian relief, kebebasan beragama di china terus menurun sejak xi jinping berkuasa pada 2012.

pemerintah memperketat pengawasan terhadap kegiatan keagamaan lewat kebijakan “sinisasi agama”, yang bertujuan menyesuaikan ajaran agama dengan ideologi partai komunis.

langkah ini mencakup pembongkaran gereja, penghapusan salib, hingga penahanan tokoh-tokoh gereja yang menolak mendaftar di bawah pemerintah.

“pemerintah ingin mengendalikan keyakinan rakyatnya. mereka ingin setiap pikiran tunduk pada partai,” ujar mirro ren, mantan anggota gereja early rain covenant yang kini tinggal di amerika serikat.

pendiri chinaaid, bob fu, menambahkan bahwa banyak pemimpin gereja rumah kini dianggap sebagai “ancaman politik dan ideologis”.

“xi ingin dihormati layaknya tuhan. jika kamu tidak tunduk dan menyembahnya, kamu dianggap ancaman bagi negara,” ucap fu.

meskipun banyak pemimpin gereja ditangkap, ibadah tetap berjalan seperti biasa di sejumlah kota.

menurut fu, jemaat sudah terbiasa hidup di bawah tekanan dan bahkan telah menyiapkan sistem suksesi kepemimpinan gereja untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

“sebagian besar dari mereka sudah siap mental. mereka percaya, jika satu pemimpin ditangkap, tuhan akan membangkitkan pemimpin lainnya,” kata fu.

bagi umat kristen di china, penindasan bukan alasan untuk berhenti beriman. seperti kata pendeta jin mingri kepada jemaatnya sebelum ditangkap:

“jika saya harus masuk penjara, biarlah itu menjadi jalan agar gereja di china semakin kuat.”

Tag
Share