bacakoran.co

Viral! Kisah Pilu Fatiyah Bocah SD Alami Mata Merah Lebam, Diduga Dianiaya Oknum Guru di Palembang

Viral! Kisah Pilu Fatiyah Bocah SD di Palembang Alami Mata Merah Lebam, Diduga Dianiaya Oknum Guru--TikTok

Viral! Kisah Pilu Fatiyah Bocah SD Alami Mata Merah Lebam, Diduga Dianiaya Oknum Guru di Palembang

Ayu

Ayu


bacakoran.co - sebuah video yang memperlihatkan kondisi mengenaskan seorang anak perempuan bernama fatiyah, warga kota palembang, sumatera selatan, mendadak menjadi sorotan publik setelah viral di berbagai platform media sosial.

dalam video tersebut, tampak jelas kedua mata fatiyah yang masih duduk di bangku sekolah dasar mengalami lebam parah dan memerah.

kondisi itu memunculkan dugaan kuat bahwa fatiyah telah menjadi korban penganiayaan, terlebih karena lebam tersebut terlihat saat ia pulang dari sekolah.

video yang beredar luas dan diamati oleh detiksumbagsel pada senin (3/11/2025) menunjukkan bahwa mata bocah tersebut tampak lebam dan memerah ketika baru saja tiba di rumah usai mengikuti kegiatan belajar.

dugaan pun mengarah pada kemungkinan bahwa insiden tersebut terjadi di lingkungan sekolah, mengingat tidak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa fatiyah mengalami gangguan kesehatan atau cedera di rumah.

namun, pernyataan dari pihak sekolah justru menimbulkan kebingungan dan tanda tanya besar.

salah satu guru yang sempat ditanya oleh orang tua fatiyah, erna, menyatakan bahwa lebam tersebut bukan akibat kekerasan fisik, melainkan karena fatiyah terlalu sering bermain handphone.

penjelasan ini langsung dibantah oleh erna, yang menegaskan bahwa anaknya sangat jarang bermain gawai di rumah.

ia bahkan menyebut bahwa fatiyah hanya sesekali memegang handphone, dan itu pun dalam pengawasan orang tua.

orang tua fatiyah, sempat menanyakan penyebab lebamnya mata fatiyah, tapi guru tersebut tidak tahu dan bukan dia yang melakukannya.

bahkan kata guru tersebut mata fatiyah lebam kebanyakan main handphone sementara menurut ibunya fatiyah jarang bermain handphone.

lalu ketika erna bertanya kepada anaknya fatiyah mengapa matanya lebam, fatiyah hanya diem dan tidak menjawab.

erna pun ingin melaporkan kejadian tersebut ke polisi, tapi respons salah satu guru mengatakan untuk tidak asal tuduh, sebab tidak ada saksi dan rekaman cctv.

kondisi fatiyah yang semakin memprihatinkan membuat erna akhirnya membawa putrinya ke rs bunda untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

menurut petugas medis di rumah sakit tersebut, lebam yang dialami fatiyah bukan disebabkan oleh faktor internal seperti alergi atau kelelahan, melainkan akibat pukulan atau benturan benda tumpul.

temuan ini memperkuat dugaan bahwa fatiyah telah mengalami kekerasan fisik.

kini fatiyah mengalami trauma berat jika ditanya terkait kejadian tersebut dan ia pun enggan pergi ke sekolah.

hingga minggu (2/11/2025) kemarin, mata fatiyah masih lebam dan merah meski sudah diberi obat.

di siang hari, ia tampak tenang dan tidak rewel, namun saat malam tiba, ia sering mengeluh kesakitan pada bagian matanya.

menanggapi situasi ini, camat gandus, jufriansyah, menyatakan bahwa pihak kelurahan telah berupaya mendatangi rumah fatiyah untuk melakukan pengecekan.

namun, kunjungan pertama tidak membuahkan hasil karena keluarga sedang tidak berada di rumah.

"pihak kelurahan sudah ke rumah fatiyah tapi tidak ada orang karena sidang pergi," ujarnya.

kemudian, kata jufriansyah, pihak kelurahan kembali datang dan berhasil menemui fatiyah.

mereka pun berencana membawanya ke rumah sakit bersama pihak kecamatan dan puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"pihak kelurahan, kecamatan dan puskesmas akan membawa fatiyah hari ini untuk di cek ke rumah sakit untuk penyebab matanya lebam dan memerah," katanya.

menurut jufriansyah, dari pengakuan korban bahwa dia dipukul, tapi pengakuan guru tidak ada yang memukul.

"kalau bertemu dengan anaknya dia menagku dipukul, tapi kalau dari pihak sekolah ditanya pak wali tidak ada dipukul karena sudah merah. dari pihak puskesmas itu sakit," katanya, dikutip dari detiksumbagsel, senin (3/11). 

jufriansyah juga menambahkan bahwa pihak keluarga korban sedang menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan atas apa yang dialami anak mereka.

"pihak korban sudah membuat laporan ke polresta ke unit pppa," ungkapnya.

Tag
Share