bacakoran.co - perut kembung adalah kondisi umum yang sering dialami banyak orang.
sensasi penuh, sesak, dan perut terasa dipenuhi gas bisa membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
walaupun bukan penyakit serius, kembung dapat menurunkan kenyamanan tubuh dan membuat seseorang merasa tidak bertenaga.
salah satu faktor utama yang memicu kembung adalah makanan.
beberapa jenis makanan memiliki kandungan yang sulit dicerna, menghasilkan gas berlebih, atau memicu fermentasi di dalam usus.
karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang bisa menyebabkan perut kembung agar dapat dikonsumsi dengan lebih bijak.
daftar makanan yang sering menyebabkan perut kembung
kacang-kacangan dan polong-polongan kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hitam, lentil, buncis, dan kedelai merupakan sumber protein nabati dan mineral yang sangat bermanfaat.
namun, kandungan serat dan gula kompleks di dalamnya sulit dipecah oleh sistem pencernaan. saat gula tersebut mencapai usus besar, bakteri akan memfermentasinya dan menghasilkan gas.
untuk mengurangi efek ini, kacang sebaiknya direndam terlebih dahulu dan dibersihkan sebelum dimasak.
cara sederhana ini dapat membantu menurunkan produksi gas berlebih.
1. sayuran silangan
sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis, kangkung, dan brussel sprout dikenal kaya antioksidan serta nutrisi penting.
namun, serat dan gula kompleks yang terkandung di dalamnya sering kali sulit dicerna sepenuhnya.
akibatnya, gas terbentuk dan menimbulkan rasa kembung.
memasak atau mengukus sayuran silangan dapat membuatnya lebih mudah dicerna dibandingkan dikonsumsi mentah.
2. produk susu
laktosa, gula alami dalam susu, keju, yogurt, dan es krim, bisa menimbulkan masalah bagi orang yang intoleran laktosa.
sekitar 68 persen populasi dunia mengalami kondisi ini karena tubuh mereka tidak memproduksi cukup enzim laktase untuk memecah laktosa.
akibatnya, laktosa masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri, menghasilkan gas.
gejala seperti sakit perut, kembung, dan diare biasanya muncul 30 menit hingga dua jam setelah mengonsumsi produk susu.
alternatif yang lebih aman adalah memilih produk bebas laktosa agar tubuh tetap nyaman.
3. makanan tinggi serat
serat sangat penting untuk kesehatan pencernaan karena membantu melancarkan buang air besar.
namun, peningkatan konsumsi serat secara mendadak dapat menimbulkan gas dan kembung, terutama bagi orang yang sebelumnya jarang mengonsumsi serat.
makanan tinggi serat antara lain quinoa, bayam, biji-bijian utuh, kacang arab, buah kering, dan persik.
untuk menghindari kembung, tingkatkan asupan serat secara bertahap dan pastikan minum cukup air.
4. pemanis dan gula alkohol
sorbitol, xylitol, dan manitol adalah jenis gula alkohol yang sering ditemukan dalam permen karet, minuman bersoda diet, protein bar, serta beberapa buah seperti pir dan apel.
tubuh kesulitan menyerap gula alkohol ini, sehingga ketika mencapai usus besar, mereka menyerap air dan difermentasi oleh bakteri. hasilnya adalah gas, kembung, bahkan diare.
beberapa orang memiliki intoleransi terhadap sorbitol, sehingga gejala bisa lebih parah.
membaca label makanan sebelum membeli adalah langkah penting untuk menghindari konsumsi berlebihan.
5. minuman berkarbonasi
soda dan minuman berkarbonasi lainnya mengandung gas karbondioksida.
saat diminum, gas ini masuk ke sistem pencernaan dan dapat terperangkap di lambung maupun usus.
akibatnya, timbul rasa kembung, bersendawa, dan produksi gas berlebih.
mengganti soda dengan air putih atau minuman non-karbonasi adalah pilihan yang lebih sehat dan dapat mengurangi gejala kembung.
cara bijak mengurangi kembung
perhatikan porsi makan: mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus dapat memperburuk kembung.
makan perlahan: menelan udara saat makan terburu-buru juga bisa menambah gas di perut.
batasi makanan pemicu: kenali makanan yang membuat tubuh anda lebih sensitif dan kurangi konsumsinya.
minum cukup air: air membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi fermentasi berlebihan.