bacakoran.co

Heboh! Tentara Israel Tembak Mati 2 Warga Palestina yang Sudah Mengangkat Tangan

Heboh, tentara israel tembak mati 2 warga palestina yang sudah mengangkat tangan--

BACAKORAN.CO - Ketegangan di Tepi Barat kembali memanas setelah insiden memilukan terjadi pada Kamis (27/11) waktu setempat.

Dua pria Palestina dilaporkan tewas ditembak tentara Israel dalam sebuah operasi penyerbuan di wilayah Jenin, Tepi Barat bagian utara.

Paling menggemparkan, kedua korban disebut sudah dalam posisi menyerahkan diri dan tidak memegang senjata ketika tembakan mematikan itu dilepaskan.

Peristiwa ini dengan cepat memicu kecaman luas dari warga Palestina dan berbagai kelompok hak asasi manusia.

BACA JUGA:Imbas Tumbler Tuku Hilang di KRL, Anita Sang Pemilik Berujung Dipecat oleh Perusahaan!

Militer Israel pun mengumumkan bahwa mereka akan membuka penyelidikan, namun banyak pihak meragukan proses tersebut akan berjalan transparan.

Kronologi kejadian mulai terungkap setelah stasiun televisi lokal Palestina menayangkan rekaman video yang didapat dari warga sekitar.

Dalam video itu, dua pria Palestina terlihat keluar dari sebuah bangunan yang dikepung pasukan Israel.

Mereka mengangkat baju mereka ke atas, gestur universal untuk menunjukkan bahwa mereka tidak membawa senjata, sebelum berbaring di tanah sebagai bentuk penyerahan diri.

BACA JUGA:Nasron Diduga Lakukan Tindakan Tidak Senonoh Terhadap Balitas Anak Tetangganya

Namun, bukannya diborgol atau ditahan, keduanya justru diarahkan kembali ke dalam gedung oleh tentara Israel.

Tak lama setelah itu, terdengar rentetan tembakan dari jarak yang sangat dekat.

Seorang jurnalis Reuters yang berada tidak jauh dari lokasi menjadi saksi langsung situasinya.

Ia melihat kedua pria tersebut keluar dari gedung dalam keadaan tunduk dan tidak melawan.

Heboh! Tentara Israel Tembak Mati 2 Warga Palestina yang Sudah Mengangkat Tangan

Melly

Melly


bacakoran.co - ketegangan di tepi barat kembali memanas setelah insiden memilukan terjadi pada kamis (27/11) waktu setempat.

dua pria palestina dilaporkan tewas ditembak tentara israel dalam sebuah operasi penyerbuan di wilayah jenin, tepi barat bagian utara.

paling menggemparkan, kedua korban disebut sudah dalam posisi menyerahkan diri dan tidak memegang senjata ketika tembakan mematikan itu dilepaskan.

peristiwa ini dengan cepat memicu kecaman luas dari warga palestina dan berbagai kelompok hak asasi manusia.

militer israel pun mengumumkan bahwa mereka akan membuka penyelidikan, namun banyak pihak meragukan proses tersebut akan berjalan transparan.

kronologi kejadian mulai terungkap setelah stasiun televisi lokal palestina menayangkan rekaman video yang didapat dari warga sekitar.

dalam video itu, dua pria palestina terlihat keluar dari sebuah bangunan yang dikepung pasukan israel.

mereka mengangkat baju mereka ke atas, gestur universal untuk menunjukkan bahwa mereka tidak membawa senjata, sebelum berbaring di tanah sebagai bentuk penyerahan diri.

namun, bukannya diborgol atau ditahan, keduanya justru diarahkan kembali ke dalam gedung oleh tentara israel.

tak lama setelah itu, terdengar rentetan tembakan dari jarak yang sangat dekat.

seorang jurnalis reuters yang berada tidak jauh dari lokasi menjadi saksi langsung situasinya.

ia melihat kedua pria tersebut keluar dari gedung dalam keadaan tunduk dan tidak melawan.

namun setelah terdengar suara tembakan, ia melihat tentara israel berdiri di dekat tubuh salah satu korban yang sudah tergeletak tak bernyawa.

kementerian kesehatan palestina mengonfirmasi bahwa dua pria yang tewas dalam insiden ini adalah montasir abdullah (26) dan yusuf asasa (37).

keduanya disebut sebagai warga sipil yang tidak sedang melakukan penyerangan ketika ditembak.

pemerintah palestina mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pembunuhan yang disengaja.

gubernur jenin, kamal abu al-rub, bahkan menyatakan bahwa yang terjadi adalah “eksekusi mati berdarah dingin”.

“mereka tidak bersenjata. mereka sudah menyerahkan diri. tidak ada alasan apa pun untuk menembak mereka,” tegas abu al-rub.

ia menuntut pertanggungjawaban dari pihak militer israel, namun juga menyuarakan keraguan bahwa penyelidikan yang diumumkan tel aviv akan dilakukan secara sungguh-sungguh dan independen.

setelah video insiden menyebar luas dan menuai kecaman, militer israel bersama kepolisian merilis pernyataan resmi.

dalam pernyataan itu, mereka menyebut telah membuka penyelidikan internal mengenai penembakan terhadap dua tersangka yang keluar dari sebuah bangunan selama operasi militer.

meski begitu, tidak ada penjelasan mengapa prajurit israel melepaskan tembakan, terlebih setelah kedua pria tersebut terlihat dalam posisi menyerah.

tidak ada pula penjelasan mengenai arahan yang diberikan tentara sebelum korban kembali masuk ke gedung dan ditembak.

militer israel berdalih bahwa operasi tersebut dilakukan untuk menangkap individu yang diduga terlibat dalam aktivitas teror seperti melempar peledak dan menembaki pasukan keamanan.

mereka juga menyebut dua pria itu memiliki kaitan dengan “jaringan teror di jenin”.

namun, pernyataan itu tidak dibarengi bukti atau penjelasan tambahan yang dapat membenarkan tindakan penembakan jarak dekat terhadap individu yang tampak tidak bersenjata.

kelompok hamas, meski dalam kondisi gencatan senjata dengan israel, turut mengecam keras insiden tersebut.

hamas menyebut tewasnya dua pria itu sebagai "eksekusi mati lapangan", sebuah istilah yang merujuk pada pembunuhan tanpa proses hukum.

namun, hamas menegaskan bahwa kedua korban bukan bagian dari struktur organisasi mereka, meski tinggal di wilayah yang kerap menjadi titik panas konflik.

insiden ini menjadi salah satu dari banyak laporan pelanggaran ham yang terjadi di tepi barat dalam dua tahun terakhir.

jenin sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling sering menjadi target operasi militer israel.

tembakan tanpa perlawanan, penangkapan massal, hingga pembongkaran rumah kerap terjadi di wilayah tersebut.

kasus terbaru ini meningkatkan tekanan internasional agar israel membuka diri terhadap investigasi independen, terutama karena video yang beredar memperlihatkan kemungkinan kuat adanya pelanggaran hukum perang.

namun hingga kini, belum ada indikasi israel akan mengizinkan penyelidikan eksternal.

penembakan dua pria palestina di jenin membuka kembali luka lama konflik yang tak kunjung selesai.

meski militer israel telah menjanjikan penyelidikan, banyak pihak meyakini proses tersebut tidak akan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

rekaman video yang beredar memberikan gambaran jelas: kedua pria itu menyerah, tidak melawan, namun tetap ditembak mati.

dunia kini menunggu langkah lanjutan apakah penyelidikan benar-benar digelar, atau kasus ini kembali menjadi satu dari sekian banyak insiden yang dilupakan begitu saja.

Tag
Share