Jangan Panik! Begini Doa dan Tata Cara Bersuci Jika Tanpa Sadar Konsumsi Makanan yang Mengandung Babi
Islam memaafkan ketidaksengajaan makan babi. Pelajari doa taubat, istighfar, dan cara bersuci dari najis mughaladzah.--Freepik.com
Selain itu, doa taubat Nabi Yunus juga sangat dianjurkan:
Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.
Artinya: "Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
Kedua doa ini mencerminkan sikap rendah hati seorang hamba yang menyadari kesalahannya dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Najis Babi dan Cara Membersihkannya
BACA JUGA:Najis! Agar Tidak Kejatuhan Cicak Lakukan 3 Hal ini Menurut Ajaran Rasulullah SAW...
BACA JUGA:8 Manfaat Wudhu, Bukan Cuma Untuk Bersihkan Najis Sebelum Sholat, Ini Yang Dianjurkan Rasulullah
Dalam hukum Islam, babi termasuk kategori najis mughaladzah atau najis berat, sama seperti anjing.
Najis dalam bahasa Arab disebut an-najasah, yang berarti sesuatu yang kotor dan dapat menghalangi sahnya ibadah, terutama shalat.
Oleh karena itu, membersihkan najis babi harus dilakukan dengan cara yang sesuai syariat.
Tata Cara Pembersihan Najis Babi
Menurut ulama madzhab Syafi’i, proses penyucian najis babi harus dilakukan dengan membasuh menggunakan air sebanyak tujuh kali, dan salah satunya dicampur dengan tanah atau debu yang suci.
Langkah-langkahnya adalah:
- Menghilangkan wujud najis terlebih dahulu. Jika berupa kotoran, darah, atau air liur babi, maka harus dibersihkan secara fisik.
- Membasuh dengan air sebanyak tujuh kali. Salah satu basuhan wajib dicampur dengan tanah atau debu.
- Menggunakan tanah suci. Tanah yang digunakan bisa berupa tanah liat, tanah kering, atau tanah merah, selama layak digunakan untuk tayamum.
Tiga Metode yang Diperbolehkan
Dalam kitab Fikih Empat Madzhab karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, disebutkan tiga cara yang sah untuk membersihkan najis babi:
- Air dicampur dengan tanah terlebih dahulu, lalu digunakan untuk membasuh.
- Air disiramkan ke bagian yang terkena najis, kemudian ditaburi tanah atau debu.
- Tanah atau debu diletakkan terlebih dahulu, lalu dibersihkan dengan air.
Semua metode tersebut bertujuan untuk memastikan kesucian kembali, sehingga ibadah seperti shalat dapat dilakukan dengan sah.