bacakoran.co

AC Daikin FTKC15 vs Panasonic RU5AKJ: Pertarungan AC Inverter 1/2 PK Paling Irit 2025

AC Daikin FTKC15 vs Panasonic RU5AKJ--Techno Viva

BACAKORAN.CO - Memilih AC inverter untuk kebutuhan rumah tangga bukanlah keputusan yang bisa diambil secara terburu-buru.

Banyak orang hanya melihat harga atau merek, padahal ada sejumlah faktor penting yang harus dipertimbangkan, mulai dari kapasitas pendinginan, konsumsi listrik, fitur tambahan, hingga ketahanan material terhadap cuaca dan korosi.

Dua merek besar yang sering menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia adalah Daikin dan Panasonic, keduanya dikenal sebagai produsen AC berkualitas dengan teknologi inverter hemat energi.

Namun, ketika berbicara tentang model 1/2 PK, pertanyaan yang sering muncul adalah: mana yang sebenarnya lebih unggul dari segi efisiensi listrik, fitur, dan ketahanan jangka panjang?

BACA JUGA:The Real HP Gaming Termurah! Infinix GT 30: Desain Futuristik, Performa Sadis, Fitur Gaming Lengkap!

BACA JUGA:Review AC Samsung Neo Alpha Inverter: Dingin Secepat Kilan Bikin Tagihan Listrik Turun Drastis!

Perbandingan antara Daikin FTKC15 dan Panasonic RU5AKJ menjadi sangat menarik karena keduanya berada di kelas yang sama, tetapi menawarkan karakteristik yang berbeda.

Dari sisi kapasitas pendinginan, Panasonic RU5AKJ memiliki BTU 5.300, sedikit lebih tinggi dibandingkan Daikin FTKC15 yang berada di angka 5.100 BTU.

Selisih 200 BTU ini memang terlihat kecil, tetapi cukup berpengaruh untuk ruangan dengan ukuran mendekati batas maksimal.

Panasonic lebih cocok untuk ruangan sekitar 10 m², sementara Daikin ideal untuk ruangan 9–9,5 m² agar performanya tetap optimal.

BACA JUGA:Perbandingan Poco X6 Pro VS Infinix GT 30 Pro! Di Akhir Tahun 2025 Mending Beli yang Mana?

BACA JUGA:AC Paling Irit 2025! Sharp AHX10BEY Bikin Rumah Tetap Dingin Tanpa Bikin Miskin

Jika berbicara tentang efisiensi energi, Daikin menunjukkan keunggulan yang cukup signifikan.

Model FTKC15 memiliki rating bintang 5 dengan nilai CSPF 6,5, yang merupakan angka sangat tinggi untuk kelas 1/2 PK.

AC Daikin FTKC15 vs Panasonic RU5AKJ: Pertarungan AC Inverter 1/2 PK Paling Irit 2025

Ayu

Ayu


bacakoran.co - memilih ac inverter untuk kebutuhan rumah tangga bukanlah keputusan yang bisa diambil secara terburu-buru.

banyak orang hanya melihat harga atau merek, padahal ada sejumlah faktor penting yang harus dipertimbangkan, mulai dari kapasitas pendinginan, konsumsi listrik, fitur tambahan, hingga ketahanan material terhadap cuaca dan korosi.

dua merek besar yang sering menjadi pilihan utama masyarakat indonesia adalah daikin dan panasonic, keduanya dikenal sebagai produsen ac berkualitas dengan teknologi inverter hemat energi.

namun, ketika berbicara tentang model 1/2 pk, pertanyaan yang sering muncul adalah: mana yang sebenarnya lebih unggul dari segi efisiensi listrik, fitur, dan ketahanan jangka panjang?

perbandingan antara daikin ftkc15 dan panasonic ru5akj menjadi sangat menarik karena keduanya berada di kelas yang sama, tetapi menawarkan karakteristik yang berbeda.

dari sisi kapasitas pendinginan, panasonic ru5akj memiliki btu 5.300, sedikit lebih tinggi dibandingkan daikin ftkc15 yang berada di angka 5.100 btu.

selisih 200 btu ini memang terlihat kecil, tetapi cukup berpengaruh untuk ruangan dengan ukuran mendekati batas maksimal.

panasonic lebih cocok untuk ruangan sekitar 10 m², sementara daikin ideal untuk ruangan 9–9,5 m² agar performanya tetap optimal.

jika berbicara tentang efisiensi energi, daikin menunjukkan keunggulan yang cukup signifikan.

model ftkc15 memiliki rating bintang 5 dengan nilai cspf 6,5, yang merupakan angka sangat tinggi untuk kelas 1/2 pk.

panasonic ru5akj sendiri memiliki rating bintang 4 dengan cspf 4,63, masih tergolong baik tetapi jelas berada di bawah daikin.

perbedaan ini berdampak langsung pada konsumsi listrik harian.

daikin hanya membutuhkan 310 watt, sedangkan panasonic memerlukan sekitar 410 watt.

dalam penggunaan 12 jam per hari, biaya listrik bulanan daikin diperkirakan sekitar rp182 ribu, sementara panasonic mencapai rp237 ribu.

selisih rp55 ribu per bulan atau rp660 ribu per tahun tentu menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang ingin menekan pengeluaran jangka panjang.

dari sisi desain, kedua ac ini juga memiliki karakter berbeda. panasonic ru5akj hadir dengan unit indoor yang lebih panjang, sedangkan daikin ftkc15 tampil lebih compact dan terlihat mewah dengan tulisan “daikin” dan “inverter” yang jelas.

unit outdoor panasonic memiliki bentuk lebih tinggi dan memanjang ke atas, sementara outdoor daikin lebih pendek dan melebar ke samping.

panasonic juga dikenal dengan warna outdoor silver superdharma, yang diklaim sangat tahan terhadap karat dan korosi, cocok untuk daerah pesisir atau lingkungan dengan kadar garam tinggi.

daikin menggunakan warna putih standar, tetapi tetap menawarkan kualitas material premium yang awet.

keunggulan lain panasonic terletak pada penggunaan bluefin baik pada unit indoor maupun outdoor.

lapisan ini memberikan perlindungan ekstra terhadap korosi dan memperpanjang umur ac.

daikin ftkc15 juga memiliki bluefin, tetapi hanya pada unit outdoor, sementara bagian indoor masih menggunakan lapisan anti karat standar.

untuk pengguna yang tinggal di daerah lembap atau dekat pantai, panasonic jelas menawarkan proteksi lebih menyeluruh.

dari sisi fitur, kedua ac memiliki kontrol watt untuk mengatur konsumsi listrik.

panasonic menyediakan mode powerful dan eco, sedangkan daikin memiliki fitur low watt level 1–2 yang mampu mengurangi konsumsi hingga 30–50%.

daikin juga dilengkapi sensor gerak manusia, yang memungkinkan arah hembusan angin mengikuti keberadaan orang di ruangan.

panasonic menawarkan teknologi nanoe, yang berfungsi seperti air purifier untuk membersihkan udara dari bakteri dan jamur.

secara keseluruhan, daikin ftkc15 unggul dalam hal hemat listrik, efisiensi jangka panjang, dan fitur sensor modern.

sementara panasonic ru5akj lebih menonjol pada kapasitas pendinginan lebih besar, perlindungan anti korosi lengkap, serta fitur nanoe yang meningkatkan kualitas udara.

pilihan terbaik kembali pada kebutuhan pengguna: apakah prioritasnya adalah penghematan listrik maksimal atau ketahanan material dan kualitas udara yang lebih baik.

Tag
Share