Bank Mandiri Dukung Penghapusan KUR Petani Korban Banjir & Longsor di Sumatra: Upaya Pemulihan Dipercepat
Bank Mandiri menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang menghapus KUR bagi petani korban banjir dan longsor di Sumatra.--
BACA JUGA:Estimasi Angsuran KUR BNI 2025 Plafon Rp100 Juta, Ini Syarat, Cara Daftar dan Tabel Cicilannya
Bank Mandiri juga menyampaikan empati mendalam kepada seluruh korban.
"Pada saat yang sama, Bank Mandiri menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh korban bencana. Melalui tim Mandiri Peduli Bencana dan relawan Mandirian, berbagai bantuan telah disalurkan secara aktif ke wilayah terdampak," katanya.
Melalui program Mandiri Peduli Bencana dan dukungan relawan Mandirian, berbagai bentuk bantuan telah disalurkan langsung ke wilayah-wilayah terdampak seperti Aceh dan Sumatra Utara.
Kebijakan penghapusan KUR bagi petani terdampak bencana sebelumnya disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau lokasi bencana di Bireuen, Aceh.
Presiden menegaskan bahwa para petani tidak perlu lagi khawatir dengan beban cicilan KUR karena bencana yang terjadi termasuk kategori force majeure, sehingga utang layak dihapus.
“Utang-utang gugur karena ini kejadian luar biasa. Ini bukan kelalaian, tapi force majeure,” jelas Presiden Prabowo.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi para petani yang mengalami kerugian besar akibat ladang dan sawah mereka rusak diterjang banjir serta longsor.
Dengan beban utang yang dihapus, petani dapat fokus membangun kembali kehidupan serta usaha pertanian mereka.
BACA JUGA:BSI Masih Tunggu Arahan OJK soal Hapus Buku KUR Petani Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera
Dukungan pemerintah dan sektor perbankan, termasuk Bank Mandiri, menjadi dorongan besar untuk mengembalikan stabilitas ekonomi masyarakat.
Penghapusan KUR bukan hanya soal meringankan beban utang, tetapi juga bentuk nyata hadirnya negara dalam masa-masa krisis.
Ke depan, harapannya para petani bisa segera bangkit kembali, menjalankan usaha, dan mendapatkan bantuan lanjutan untuk keberlanjutan mata pencaharian mereka.