bacakoran.co

Akses Transportasi Aceh Kembali Terbuka! Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan Bailey, 12 Lainnya Dipercepat

Pemerintah menyelesaikan pembangunan enam jembatan bailey di Provinsi Aceh hingga Sabtu (27/12/2024). --Dok. Bakom RI

Sementara itu, Jembatan Kutablang yang juga berada di Kabupaten Bireuen telah menunjukkan progres pembangunan signifikan dan kini mencapai sekitar 98 persen.

Jembatan tersebut menghubungkan ruas jalan Bireuen–Lhokseumawe yang sempat terputus akibat banjir dan longsor.

Pemerintah menargetkan jembatan ini dapat segera difungsikan secara optimal dalam waktu dekat.

Adapun di Kabupaten Bener Meriah, pemerintah telah menuntaskan pembangunan Jembatan Weh Pase.

Jembatan ini menghubungkan ruas jalan Aceh Utara–Bener Meriah dan menjadi salah satu jalur vital bagi pergerakan masyarakat, distribusi logistik, serta akses kendaraan bantuan ke wilayah pedalaman.

BACA JUGA:Bupati Aceh Selatan Umrah Ditengah Krisis Banjir, Wamendagri Sebut Itu Tindakan Fatal, Harus Dicopot?

BACA JUGA:Update Terbaru! Logistik Darurat Sudah Mendarat di Aceh Besar,Tim BNPB Siap Droping

Pembangunan enam jembatan darurat tersebut dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah untuk memulihkan akses transportasi darat yang terhenti akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Pemulihan akses ini dinilai krusial agar aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik dapat kembali berjalan secara bertahap.

Selain enam jembatan yang telah rampung, pemerintah juga masih mempercepat pembangunan 12 jembatan bailey lainnya di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor.

Pembangunan tersebut bertujuan membuka kembali akses darat yang hingga kini masih mengalami gangguan.

Dua belas jembatan yang masih dalam proses pembangunan meliputi Jembatan Beutong Ateuh di Kabupaten Nagan Raya dan Jembatan Panton Nisam di Aceh Utara.

BACA JUGA:Umrah Saat Krisis Banjir, Presiden Prabowo Perintah Mendagri Copot Bupati Aceh Selatan: Diproses!

BACA JUGA:Heboh Masjid Pondok Pesantren di Aceh Tamiang Masih Kokoh dengan Dikelilingi Ribuan Kayu Sisa Banjir

Selain itu, pembangunan juga dilakukan pada Jembatan Jeurata, Titi Merah, dan Lenang di Aceh Tengah, serta Jembatan Wehni Rongka, Timang Gajah, Box Culvert Lampahan, Jamur Ujung, Bener Kelipah, dan Bener Pepayi di Kabupaten Bener Meriah.

Akses Transportasi Aceh Kembali Terbuka! Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan Bailey, 12 Lainnya Dipercepat

Yudha IP

Yudha IP


bacakoran.co - pemerintah merampungkan pembangunan enam jembatan darurat tipe bailey di provinsi aceh yang sebelumnya rusak dan terputus akibat .

penyelesaian pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memulihkan konektivitas transportasi darat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak bencana menjelang awal tahun 2026.

berdasarkan siaran pers , enam jembatan bailey tersebut telah selesai dibangun 100 persen hingga sabtu (27/12/2024).

keenam jembatan itu tersebar di dua kabupaten, yakni lima titik di kabupaten bireuen dan satu titik di kabupaten bener meriah.

kehadiran kembali jembatan-jembatan tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas warga serta distribusi barang dan logistik.

lima jembatan yang telah rampung di kabupaten bireuen meliputi jembatan teupin mane yang menghubungkan ruas jalan bireuen–bener meriah–takengon.

jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antarkabupaten yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.

selain itu, pemerintah juga menuntaskan pembangunan jembatan teupin reudeup yang menghubungkan ruas jalan bireuen–lhokseumawe.

jembatan lainnya, yakni jembatan jeumpa atau cot bada, menjadi akses penghubung ruas jalan peudada menuju bireuen yang selama ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

pemerintah juga menyelesaikan pembangunan jembatan matang bangka yang menghubungkan gampong matang bangka dan matang teungoh.

sementara itu, jembatan kutablang yang juga berada di kabupaten bireuen telah menunjukkan progres pembangunan signifikan dan kini mencapai sekitar 98 persen.

jembatan tersebut menghubungkan ruas jalan bireuen–lhokseumawe yang sempat terputus akibat banjir dan longsor.

pemerintah menargetkan jembatan ini dapat segera difungsikan secara optimal dalam waktu dekat.

adapun di kabupaten bener meriah, pemerintah telah menuntaskan pembangunan jembatan weh pase.

jembatan ini menghubungkan ruas jalan aceh utara–bener meriah dan menjadi salah satu jalur vital bagi pergerakan masyarakat, distribusi logistik, serta akses kendaraan bantuan ke wilayah pedalaman.

pembangunan enam jembatan darurat tersebut dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah untuk memulihkan akses transportasi darat yang terhenti akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

pemulihan akses ini dinilai krusial agar aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik dapat kembali berjalan secara bertahap.

selain enam jembatan yang telah rampung, pemerintah juga masih mempercepat pembangunan 12 jembatan bailey lainnya di sejumlah wilayah aceh yang terdampak banjir dan longsor.

pembangunan tersebut bertujuan membuka kembali akses darat yang hingga kini masih mengalami gangguan.

dua belas jembatan yang masih dalam proses pembangunan meliputi jembatan beutong ateuh di kabupaten nagan raya dan jembatan panton nisam di aceh utara.

selain itu, pembangunan juga dilakukan pada jembatan jeurata, titi merah, dan lenang di aceh tengah, serta jembatan wehni rongka, timang gajah, box culvert lampahan, jamur ujung, bener kelipah, dan bener pepayi di kabupaten bener meriah.

berdasarkan data kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (pupr), pemulihan sektor infrastruktur darat difokuskan pada perbaikan ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan atau terputus akibat bencana alam.

upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan, alat berat, serta logistik ke wilayah terdampak.

badan nasional penanggulangan bencana (bnpb) menilai percepatan pembukaan akses darat menjadi faktor strategis dalam tahapan pemulihan pascabencana.

tanpa infrastruktur yang memadai, proses distribusi logistik dan pemulihan ekonomi dikhawatirkan akan berjalan lebih lambat.

“diharapkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar sehingga proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan,” ujar kepala pusat data, informasi, dan komunikasi kebencanaan bnpb abdul muhari.

dengan rampungnya enam jembatan dan percepatan pembangunan 12 jembatan lainnya, pemerintah berharap konektivitas wilayah di aceh dapat pulih secara bertahap serta memberikan dampak positif bagi pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat pada awal 2026.

Tag
Share