bacakoran.co

Skuter Elektrik S2: Alternatif Murah Mirip Xiaomi M365 Pro, Worth It untuk Mobilitas Harian?

Review skuter elektrik S2 lengkap dengan harga, spesifikasi, kecepatan, jarak tempuh, dan kelebihannya. Alternatif murah mirip Xiaomi M365 Pro.-Ilustrasi -

BACAKORAN.CO - Tren kendaraan listrik semakin diminati di Indonesia, terutama untuk kebutuhan mobilitas jarak dekat seperti di kawasan perumahan, komplek, atau sekadar jalan santai sore hari.

Salah satu yang kini banyak dilirik adalah skuter elektrik S2, skuter listrik dengan desain yang sekilas mirip Xiaomi M365 Pro, namun dibanderol dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.

Jika Xiaomi M365 Pro berada di kisaran harga Rp8 jutaan, skuter elektrik S2 hanya dijual mulai Rp2 hingga Rp3,5 jutaan.

Selisih harga yang cukup jauh ini membuat banyak orang penasaran: apakah performanya sebanding? Mari kita bahas secara lengkap.

BACA JUGA:Bikin Heboh! Polytron Fox 350 Motor Listrik Lokal dengan Kredit Ringan dan Performa Andal

Desain Mirip Xiaomi

Dari segi tampilan, skuter elektrik S2 memang sangat mirip dengan Xiaomi M365 Pro.

Rangka minimalis, dek yang cukup lebar, serta setang lurus dengan layar digital sederhana membuat tampilannya terlihat modern dan clean.

Bobotnya sekitar 12–12,5 kg, masih cukup masuk akal untuk diangkat dan dibawa, meski terasa berat jika harus menenteng terlalu lama.

Bagian dek bawah terlihat sedikit lebih tebal karena menyimpan motor dan baterai.

Oleh karena itu, varian ban 10 inci sangat disarankan, terutama jika sering melewati polisi tidur atau jalan yang tidak rata agar bagian bawah tidak mentok.

BACA JUGA:Tetap Bertahan! Yamaha Jupiter Z1 2025 Motor Bebek Injeksi yang Tetap Tangguh dan Irit untuk Harian

Pilihan Varian Skuter Elektrik S2

Skuter elektrik S2 hadir dalam beberapa varian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna:

1. Ban 8,5 inci – Baterai 6.600 mAh

Harga sekitar Rp2,9 juta

Skuter Elektrik S2: Alternatif Murah Mirip Xiaomi M365 Pro, Worth It untuk Mobilitas Harian?

Melly

Melly


bacakoran.co - tren kendaraan listrik semakin diminati di indonesia, terutama untuk kebutuhan mobilitas jarak dekat seperti di kawasan perumahan, komplek, atau sekadar jalan santai sore hari.

salah satu yang kini banyak dilirik adalah skuter elektrik s2, skuter listrik dengan desain yang sekilas mirip xiaomi m365 pro, namun dibanderol dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.

jika xiaomi m365 pro berada di kisaran harga rp8 jutaan, skuter elektrik s2 hanya dijual mulai rp2 hingga rp3,5 jutaan.

selisih harga yang cukup jauh ini membuat banyak orang penasaran: apakah performanya sebanding? mari kita bahas secara lengkap.

desain mirip xiaomi

dari segi tampilan, skuter elektrik s2 memang sangat mirip dengan xiaomi m365 pro.

rangka minimalis, dek yang cukup lebar, serta setang lurus dengan layar digital sederhana membuat tampilannya terlihat modern dan clean.

bobotnya sekitar 12–12,5 kg, masih cukup masuk akal untuk diangkat dan dibawa, meski terasa berat jika harus menenteng terlalu lama.

bagian dek bawah terlihat sedikit lebih tebal karena menyimpan motor dan baterai.

oleh karena itu, varian ban 10 inci sangat disarankan, terutama jika sering melewati polisi tidur atau jalan yang tidak rata agar bagian bawah tidak mentok.

pilihan varian skuter elektrik s2

skuter elektrik s2 hadir dalam beberapa varian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna:

1. ban 8,5 inci – baterai 6.600 mah

harga sekitar rp2,9 juta

2. ban 8,5 inci – baterai 7.800 mah

harga sekitar rp3,2 juta

3. ban 10 inci – baterai 6.600 mah

harga sekitar rp3,3 juta

4. ban 10 inci – baterai 7.800 mah

harga sekitar rp3,5 juta

untuk pengguna dengan postur tubuh besar atau jalanan yang banyak polisi tidur, ban 10 inci jelas lebih nyaman dan aman.

performa dan kecepatan

skuter elektrik s2 diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 60 km/jam, khususnya di jalan datar atau menurun.

namun, kecepatan ideal dan aman untuk penggunaan harian berada di kisaran 30–40 km/jam.

perlu dicatat, seperti kebanyakan skuter listrik di kelas harga ini, kemampuan menanjak tergolong terbatas.

saat melewati tanjakan curam, kecepatan bisa turun drastis bahkan perlu dibantu dengan dorongan kaki.

artinya, skuter ini lebih cocok digunakan di area datar seperti perumahan, komplek, atau jalan lingkungan.

jarak tempuh dan baterai

secara klaim, skuter s2 mampu menempuh jarak hingga 25 km dalam sekali pengisian.

namun dalam penggunaan nyata, jarak tempuh realistis berada di kisaran 20–22 km, tergantung berat badan, kecepatan, dan kondisi jalan.

pengisian daya dilakukan melalui charger standar, dan biasanya memerlukan waktu beberapa jam hingga penuh.

fitur dan mode berkendara

skuter elektrik s2 sudah dilengkapi layar digital sederhana yang menampilkan kecepatan dan mode berkendara. tersedia beberapa mode:

- work (kecepatan sangat rendah)

- eco (irit baterai)

- drive (d)

- sport (s)

menariknya, melalui aplikasi, pengguna bisa mengatur batas kecepatan secara manual, bahkan hingga 60 km/jam.

fleksibilitas ini menjadi nilai tambah di kelas harganya.

sistem rem dan keamanan

skuter ini menggunakan rem cakram di bagian belakang, sementara sistem rem depan menyatu.

pengereman cukup untuk penggunaan santai, namun tidak ideal untuk pengereman mendadak di kecepatan tinggi.

oleh karena itu, pengguna disarankan selalu menjaga jarak dan mengantisipasi sejak jauh.

lampu depan dan belakang sudah tersedia, termasuk lampu rem yang menyala saat pengereman, menambah visibilitas di malam hari.

mekanisme lipat dan portabilitas

skuter elektrik s2 bisa dilipat dengan sistem pengunci sederhana.

setang dilipat dan dikaitkan ke bagian belakang, sehingga bisa diangkat atau disimpan lebih ringkas.

meski begitu, bobotnya tetap terasa jika harus sering dibawa naik-turun tangga.

dengan harga rp3 jutaan, skuter elektrik s2 tergolong worth it jika digunakan untuk:

- jalan santai di komplek

- mobilitas jarak dekat

- aktivitas ringan seperti ke minimarket

namun, jika digunakan untuk tanjakan ekstrem atau perjalanan jauh setiap hari, ekspektasi perlu disesuaikan.

skuter ini unggul di harga, desain, dan fitur dasar, bukan untuk performa ekstrem.

Tag
Share