bacakoran.co

Puting Beliung di Kabupaten Bogor Terbangkan Bangkai Pesawat, 30 Rumah Warga Tertimpa

Angin puting beliung menerbangkan bangkai pesawat hingga menimpa rumah warga di Kemang, Kabupaten Bogor, Senin (29/12/2025).--detikcom

BACAKORAN.CO - Angin puting beliung menerjang wilayah Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (29/12/2025) sore.

Bencana alam tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga, termasuk insiden tidak lazim berupa terhempasnya bangkai pesawat dari area penampungan hingga menimpa rumah penduduk.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.

Kekuatan angin yang berputar dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah objek berat bergeser dan terbawa angin.

Salah satu objek yang terdampak adalah bagian pesawat bekas yang disimpan di sebuah lapak penampungan di pinggir Jalan Raya Parung–Bogor.

BACA JUGA:Sambut Panen Awal Tahun 2026, Pemerintah Siap Serap 2,5 Juta Ton Beras!

BACA JUGA:Malam Duka di Manado! Kebakaran Hebat Panti Werdha Paal Dua, 16 Orang Meninggal Dunia

Jarak antara lokasi penampungan pesawat dengan rumah warga yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 300 meter dan bahkan melintasi jalan raya.

Kepala Desa Pondok Udik, M. Sutisna, menjelaskan bahwa angin puting beliung membawa bagian pesawat, khususnya sayap, hingga menghantam rumah warga di kawasan permukiman padat.

Akibat kejadian tersebut, puluhan bangunan milik warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda.

“Kerusakan sedang dilakukan pendataan, karena kalau kami lihat kerusakan ada yang mencapai 100 persen rumah tersebut hancur, minimal 50 persen daripada kerusakan rumah tersebut. Rata-rata kerusakan bagian atap dan juga ada bagian dinding yang hancur,” ujar Sutisna, Senin (29/12/2025).

Sutisna menambahkan bahwa sedikitnya 30 rumah dan beberapa warung warga terdampak akibat kejadian tersebut. Meski demikian, ia memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa itu.

BACA JUGA:Tabung Gas Meledak Timbulkan Kepulan Asap Tebal, Ribuan Pengunjung Citimall Prabumulih Panik

BACA JUGA:Kemenko Infra Turunkan Tim Khusus Percepat Penanganan Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera

Puting Beliung di Kabupaten Bogor Terbangkan Bangkai Pesawat, 30 Rumah Warga Tertimpa

Yudha IP

Yudha IP


bacakoran.co - menerjang wilayah desa pondok udik, kecamatan kemang, , jawa barat, pada senin (29/12/2025) sore.

bencana alam tersebut menyebabkan , termasuk insiden tidak lazim berupa terhempasnya bangkai pesawat dari area penampungan hingga menimpa rumah penduduk.

peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 wib, saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.

kekuatan angin yang berputar dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah objek berat bergeser dan terbawa angin.

salah satu objek yang terdampak adalah bagian pesawat bekas yang disimpan di sebuah lapak penampungan di pinggir jalan raya parung–bogor.

jarak antara lokasi penampungan pesawat dengan rumah warga yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 300 meter dan bahkan melintasi jalan raya.

kepala desa pondok udik, m. sutisna, menjelaskan bahwa angin puting beliung membawa bagian pesawat, khususnya sayap, hingga menghantam rumah warga di kawasan permukiman padat.

akibat kejadian tersebut, puluhan bangunan milik warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda.

“kerusakan sedang dilakukan pendataan, karena kalau kami lihat kerusakan ada yang mencapai 100 persen rumah tersebut hancur, minimal 50 persen daripada kerusakan rumah tersebut. rata-rata kerusakan bagian atap dan juga ada bagian dinding yang hancur,” ujar sutisna, senin (29/12/2025).

sutisna menambahkan bahwa sedikitnya 30 rumah dan beberapa warung warga terdampak akibat kejadian tersebut. meski demikian, ia memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa itu.

“alhamdulillah korban jiwa tidak ada. semuanya selamat. tidak ada korban jiwa. namanya ini kerusakannya lebih ke arah fisik daripada rumah-rumah tersebut,” katanya.

lokasi kejadian menunjukkan bagian sayap bangkai pesawat berada di tengah permukiman padat penduduk.

posisi sayap tampak menggantung dan bertumpu di atap tiga bangunan rumah warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penghuni.

selain sayap pesawat, bagian badan pesawat berukuran besar juga bergeser dan menimpa rumah warga di kawasan jalan raya parung–kemang.

hingga senin malam, bangkai pesawat tersebut masih berada di atas rumah warga karena belum dilakukan proses evakuasi.

warga setempat mengaku kesulitan melakukan evakuasi secara mandiri karena ukuran bangkai pesawat yang besar serta keterbatasan peralatan.

akibatnya, rumah yang tertimpa belum dapat diperbaiki dan warga memilih mengosongkan bangunan demi alasan keselamatan.

iwan (36), warga desa pondok udik, menggambarkan kondisi saat puting beliung terjadi.

“anginnya dari arah utara, muter kencang banget sampai ke sini,” ujarnya.

ia menegaskan bahwa yang menimpa rumah warga merupakan bagian badan pesawat, bukan hanya sayap.

pemerintah desa telah berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (bpbd) kabupaten bogor serta pemilik gudang penampungan pesawat bekas untuk proses evakuasi.

rencananya, evakuasi akan dilakukan menggunakan alat berat berupa crane.

“tim evakuasinya nanti kami sedang bekerjasama dengan pemilik dari kuburan pesawat tersebut. pemilik akan bekerjasama dengan bppd dan akan menurunkan crane, yang akan mengangkat daripada bagian daripada pesawat tersebut, yang menimpa rumah warga kami,” kata sutisna.

sementara itu, pelaksana tugas kepala seksi ketenteraman dan ketertiban kecamatan kemang, narman, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak bencana.

“sampai saat ini sekitar 35 rumah dilaporkan mengalami kerusakan,” ungkapnya.

peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah bogor akibat cuaca ekstrem.

pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, serta memastikan penataan objek-objek besar di sekitar permukiman agar tidak membahayakan keselamatan warga.

Tag
Share