52 Dapur di Makkah dan 23 Dapur di Madinah Siap Sajikan Menu Khas Nusantara di Tanah Suci
Proses penyediaan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi telah memasuki tahapan akhir. -Kemenhaj-
BACAKORAN.CO - Jamaah haji Indonesia tidak akan alami rindu dengan masakan Indonesia selama menjalankan ibadah haji. Ini karena selama di Tanah Suci, mereka juga diberikan makanan khas Nusantara.
Pada saat menjalankan ibadah haji nanti, Pemerintah menghadirkan makanan dengan cita rasa Nusantara di Tanah Suci melalui pemanfaatan produk Ready to Eat (RTE).
Makanan yang disajikan ini ada bumbu pasta asal Indonesia untuk konsumsi jemaah haji pada musim haji 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan masakan Nusantara selama ibadah haji, digelar Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bersama para importir Arab Saudi.
BACA JUGA:Ini Dia Daftar Lengkap Calon Jemaah Haji Sumatera Selatan, Estimasi Kerangkatan 1447H/2026M
Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk memastikan kesiapan implementasi dan pemanfaatan produk Ready to Eat (RTE) dan bumbu pasta asal Indonesia sebagai bagian dari layanan konsumsi jamaah haji Indonesia tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, para importir menyambut baik langkah Kemenhaj yang mendorong kejelasan peran serta dukungan kelembagaan guna memastikan proses transaksi berjalan lancar.
Kepastian pembayaran dinilai menjadi faktor penting agar produsen dan UMKM di Indonesia dapat berproduksi secara berkelanjutan dengan rasa aman.
Sebagai tindak lanjut konkret, pemerintah akan segera membagikan data dapur, daftar supplier Indonesia yang telah tersertifikasi, serta importir yang memenuhi persyaratan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan koordinasi, pemesanan, dan distribusi, sehingga produk Indonesia dapat tersedia tepat waktu menjelang musim haji.

Rapat Teknis membahas kebutuhan logistik jamaah haji di Tanah Suci -Kemenhaj-
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar soal pasokan makanan.
"Ini tentang menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan jemaah dan kenyamanan rasa yang familiar bagi jemaah,” ujarnya.
BACA JUGA:Kapan Berangkat Haji? Begini Cara Cek Estimasi Keberangkatan hingga Pelunasan Terbaru 2026