Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Ketegangan AS–Venezuela Memuncak
Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Ketegangan AS–Venezuela Memuncak--
Situasi tersebut langsung memicu kepanikan dan ketegangan di berbagai wilayah.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menjadi salah satu pemimpin regional yang pertama bereaksi.
Melalui media sosial, Petro menyatakan bahwa Venezuela telah diserang dan menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas eskalasi konflik tersebut.
Sementara itu, pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai agresi militer yang melanggar hukum internasional.
BACA JUGA:Bukan Menilang, Ini Cara Efektif Tingkatkan Kepatuhan Berlalu Lintas
Caracas menuduh Washington berusaha merebut kendali atas sumber daya strategis Venezuela, terutama minyak dan mineral.
Dalam pernyataan resmi sebelum kabar penangkapan beredar luas, Presiden Maduro memerintahkan seluruh rencana pertahanan nasional untuk segera dijalankan.
Ia juga menetapkan status gangguan eksternal, menandakan bahwa negara berada dalam kondisi darurat akibat ancaman dari luar.
Pemerintah Venezuela menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengecam tindakan Amerika Serikat yang dinilai membahayakan jutaan nyawa warga sipil dan stabilitas regional.
BACA JUGA:Kabur Usai Tabrak Motor dan Pejalan Kaki, Mobil Mazda Terserempet Kereta di Mangga Dua
Sejumlah pengamat politik internasional menilai bahwa operasi militer Amerika Serikat ini bukan sekadar serangan biasa.
Banyak pihak menduga langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menggulingkan pemerintahan Maduro, yang sejak lama bersitegang dengan Washington.
Sejak Agustus lalu, Amerika Serikat memang dilaporkan meningkatkan kehadiran militernya di perairan utara Venezuela.
Selain itu, AS juga melakukan serangkaian serangan udara terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat dalam perdagangan narkoba.