bacakoran.co

Terbaru, Polisi Sudah Tetapkan Tersangka Dibalik Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Utara, Siapa?

Pihak Kepolisian Sudah Tetapkan Tersangka di Kasus Kayu Gelondongan Hanyut di Banjir Sumatera Utara --DetikNews

BACAKORAN.CO - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri sudah menyelesaikan gelar perkara terkait kayu gelondongan di Garoga, Tapanuli Utara, dan Anggoli, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), saat bencana banjir.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian juga sudah menetapkan tersangka dalam kasus gelondongan kayu ini.

"Sudah (ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka)," kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni saat dimintai konfirmasi, dikutip Bacakoran.co dari Detiknews, Selasa (6/1/2026).

Penetapan tersangka dilaksanakan setelah pihak Bareskrim Polri melakukan gelar perkara bersama pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).

BACA JUGA:Kasus Kayu Gelondongan yang Terseret Banjir Sumatera Naik ke Tahap Penyidikan, Siapa Tersangka Dibalik Ini?

BACA JUGA:Belum Tuntas Banjir & Longsor, Tanah Bergerak Kembali Hancurkan Rumah Warga Tapanuli Selatan

Sebelumnya polisi telah menaikan adanya dugaan pelanggaran lingkungan hidup dalam banjir hebat Sumatera di aliran sungai Garoga, Tapanuli Selatan.

Namun, dalam penyidikan ini pihak kepolisian masih belum menemukan tersangka dalam kasus pelanggaran lingkungan hidup yang jadi petaka banjir besar Sumatera.

“Belum ada (penetapan) tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni saat dihubungi, dilansir Bacakoran.co dari Tempo.co, Minggu (14/12/2025).

Diduga menjadi yang terseret dalam penyidikan tersebut, PT TBS diketahui memiliki empat titik bukaan lahan tak jauh dari lokasi banjir bandang.

BACA JUGA:Misteri Kayu Gelondongan Banjir Tapanuli: Menteri LH Bongkar Fakta Mengejutkan!

BACA JUGA:Ngeri, Ribuan Gelondongan Kayu Ikut Tersapu Banjir Bandang Sumatera, Kemenhut Angkat Suara, Pembalakan Liar?

Empat bukaan lahan itu totalnya seluas 63 hektare dan dua di antaranya seluas 36 hektare berada di sisi tebing yang mengarah ke DAS Garoga.

Sebelumnya Melihat kondisi banjir bandang di Sumatera yang dipenuhi oleh kayu gelondongan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) angkat bicara.

Terbaru, Polisi Sudah Tetapkan Tersangka Dibalik Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Utara, Siapa?

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - direktorat tindak pidana tertentu (dittipidter) bareskrim polri sudah menyelesaikan gelar perkara terkait kayu gelondongan di garoga, tapanuli utara, dan anggoli, tapanuli tengah, sumatera utara (sumut), saat bencana banjir.

dalam kasus ini, pihak kepolisian juga sudah menetapkan tersangka dalam kasus gelondongan kayu ini.

"sudah (ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka)," kata dirtipidter bareskrim polri brigjen mohammad irhamni saat dimintai konfirmasi, dikutip bacakoran.co dari , selasa (6/1/2026).

penetapan tersangka dilaksanakan setelah pihak bareskrim polri melakukan gelar perkara bersama pihak kejaksaan agung (kejagung).

sebelumnya polisi telah menaikan adanya dugaan pelanggaran lingkungan hidup dalam banjir hebat sumatera di aliran sungai garoga, tapanuli selatan.

namun, dalam penyidikan ini pihak kepolisian masih belum menemukan tersangka dalam kasus pelanggaran lingkungan hidup yang jadi petaka banjir besar sumatera.

“belum ada (penetapan) tersangka,” kata direktur tindak pidana tertentu bareskrim polri brigadir jenderal mohammad irhamni saat dihubungi, dilansir bacakoran.co dari , minggu (14/12/2025).

diduga menjadi yang terseret dalam penyidikan tersebut, pt tbs diketahui memiliki empat titik bukaan lahan tak jauh dari lokasi banjir bandang.

empat bukaan lahan itu totalnya seluas 63 hektare dan dua di antaranya seluas 36 hektare berada di sisi tebing yang mengarah ke das garoga.

sebelumnya melihat kondisi banjir bandang di sumatera yang dipenuhi oleh kayu gelondongan, kementerian kehutanan (kemenhut) angkat bicara.

kemenhut juga menyoroti potensi kayu-kayu tersebut berasal dari pembalakan dan praktik ilegal lainnya.

karena sebelumnya juga telah terungkap sejumlah kasus peredaran kayu ilegal di wilayah terdampak.

direktur jenderal penegakan hukum (gakkum) kemenhut dwi januanto nugroho ungkap kayu-kayu yang terbawa banjir di sumatera bisa berasal dari beragam sumber mulai dari pohon lapuk, pohon tumbang, material bawaan sungai, area bekas penebangan legal, hingga penyalahgunaan pemegang hak atas tanah (phat) dan pembalakan liar (illegal logging).

fokus ditjen gakkum adalah menelusuri secara profesional setiap indikasi pelanggaran dan memproses bukti kejahatan kehutanan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

"terkait pemberitaan yang berkembang, saya perlu menegaskan bahwa penjelasan kami tidak pernah dimaksudkan untuk menafikan kemungkinan adanya praktik ilegal di balik kayu-kayu yang terbawa banjir, melainkan untuk memperjelas sumber-sumber kayu yang sedang kami telusuri dan memastikan setiap unsur illegal logging tetap diproses sesuai ketentuan," ujar dwi dalam pernyataan dikonfirmasi dari jakarta, dilansir bacakoran.co dari cnn indonesia, minggu (30/11/2025).

sebelumnya video yang menampilkan ribuan gelondongan kayu terbawa arus banjir di sumatera utara (sumut) viral di sosial media.

terkait fakta video tersebut, gubernur sumatera utara (gubsu) bobby nasution akui bakal melihat hal itu nanti.

"ya nanti kita lihat ya (soal banyaknya gelondongan kayu)," kata bobby nasution di lanud soewondo medan, dikutip bacakoran.co dari , jum'at (28/11/2025).

berdasarkan keterangan bobby, saat ini fokus mereka adalah untuk mengevakuasi warga terdampak dan mempercepat pengiriman logistik.

"yang pasti untuk saat ini kita fokusnya untuk evakuasi warga dan juga mempercepat logistik untuk kebutuhan warga, baik kebutuhan makan, kebutuhan hari-harinya seperti anak bayi butuh pampers," ujarnya.

seperti yang dilihat tim bacakoran.co dari akun tiktok , jum'at (28/11/2025), dari video yang beredar memperlihatkan segerombolan kayu-kayu terseret arus sungai yang deras membuat merinding warganet.

sebelumnya banjir bandang merendam kabupaten tapanuli tengah, selasa (25/11/2025).

terlihat, daerah tersebut menunjukkan seluruh jalan di kecamatan pandan menuju kota sibolga terendam air.

tidak hanya banjir, longsor juga ikut menyertai dan terjadi di jalan sipan-sihaporas, kecamatan pandan, dengan jalan amblas sepanjang 20-25 cm. 

terlihat juga petugas kepolisian tampak mengamankan lokasi dan beberapa warga juga membantu pengendara agar bisa melewati jalan dengan aman.

banjir juga telah merendam rumah-rumah di beberapa kecamatan di tapanuli tengah.

salah satu warga bernama sofya, warga kecamatan pandan, mengatakan air mulai masuk ke rumah mereka pukul 07.00 wib.

“kalau di komplek btn, air belum terlalu tinggi. tapi di tukka dan sarudik rumah warga sudah terendam. bahkan jalan sihaporas longsor,” ujar sofya, dilansir bacakoran.co dari , selasa (25/11/2025).

di kota sibolga, empat kecamatan terdampak banjir bandang akibat hujan deras sejak senin (24/11/2025).

ketinggian air mencapai 30-50 cm, namun belum ada korban jiwa maupun luka-luka.

keempat kecamatan itu adalah sibolga kota, sibolga sambas, sibolga selatan, dan sibolga utara dan untuk saat ini tim bpbd masih mengevakuasi warga dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

sebanyak 10 keluarga atau 45 jiwa telah diungsikan ke lokasi pengungsian di gereja.

rinciannya, kecamatan pandan 150 kk terdampak, sarudik 338 kk, barus 65 kk, kolang 1.261 kk, tukka 10 kk, dan lumut 78 kk.

untuk saat ini tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka.

 

Tag
Share