Time Clock! Regulasi Baru di Daihatsu Indonesia Masters 2026, Seperti Apa?
Dua tunggal putra Indonesia Alwi Farhan dan Zaki Ubaidillah akan merasakan penerapan Time Clock jika turun di Daihatsu Indonesia Masters 2026-PBSI-
BACAKORAN.CO - Daihatsu Indonesia Masters 2026 akan menerapkan regulasi baru. Namanya time clock.
Regulasi ini belum resmi. Penerapan di Daihatsu Indonesia Masters 2026 hanya sebatas uji coba.
Jika penerapannya membuat permainan menjadi menarik dan lebih berkualitas, federasi bulu tangkis dunia atau BWF akan meresmikannya. Peresmian akan dilakukan pada saat AGM meeting atau Council meeting.
Lalu seperti apa Time Clock itu?
Time Clock dan permainan berkelanjutan (continuous play) diterapkan untuk meningkatkan konsistensi penegakan peraturan serta mengurangi penundaan di antara reli.
BACA JUGA:Wow! 654 Pebulutangkis dari 8 Negara Berebut Total Hadiah Rp 1,4 Miliar di GOR Djarum Kudus
Aturan ini sudah mulai diuji coba Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dalam turnamen BWF World Tour tertentu, termasuk Daihatsu Indonesia Masters 2025. Ajang ini akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada tanggal 20–25 Januari 2026.
Melalui sistem Time Clock, pemain pada saat menjadi server memiliki waktu maksimal 25 detik untuk bersiap melakukan servis berikutnya setelah sebuah reli berakhir.
Time Clock akan mulai menghitung mundur sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya. Penerapan sistem ini memberikan ukuran waktu yang objektif sehingga mengurangi unsur subjektivitas dalam penilaian wasit terhadap penundaan permainan.

Sabar Karyaman dan Reza Pahlevi saat memberikan salam penghormatan kepada suporter pada saat tampil di SEA Games 2025 Thailand. -PBSI-
BWF juga menegaskan kejelasan mengenai aktivitas yang diperbolehkan pemain di antara reli. Selama waktu 25 detik tersebut, pemain dapat melakukan berbagai aktivitas di sisi lapangan, seperti mengelap handuk, minum, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin yang diaplikasikan sendiri tanpa perlu izin wasit.
Namun demikian, penerima servis tetap wajib mengikuti tempo server dan tidak diperkenankan memperlambat jalannya permainan.
Dalam pertandingan yang menggunakan Time Clock, permintaan pergantian shuttlecock harus diajukan segera setelah reli berakhir dan diselesaikan dalam batas waktu 25 detik.
BACA JUGA:Evaluasi PBSI: Eng Hian Sebut Atlet Bulutangkis Indonesia Belum Layak Masuk Level Elite!