bacakoran.co - apple resmi menggulirkan update ios 26 ke jutaan perangkat di seluruh dunia pada pertengahan september 2025 lalu.
seperti tradisi tahunan , pembaruan ini diharapkan langsung diadopsi secara masif oleh para pengguna setianya.
namun, realita di lapangan ternyata tidak sepenuhnya berjalan sesuai ekspektasi yang dibangun sejak acara peluncuran.
empat bulan setelah perilisan, update justru menunjukkan pola adopsi yang terbilang lambat jika dibandingkan dengan generasi ios sebelumnya.
banyak pengguna iphone terlihat masih menahan diri dan memilih tetap menggunakan sistem operasi lama yang sudah mereka kenal dengan baik.
fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan di kalangan pengamat teknologi.
biasanya, pengguna iphone dikenal cukup antusias menyambut versi ios terbaru karena dianggap lebih aman, modern, dan optimal.
akan tetapi, ios 26 justru menghadirkan cerita yang sedikit berbeda dari pola tersebut.
tidak sedikit pengguna yang merasa belum benar-benar yakin untuk melakukan pembaruan besar ini.
data dari pihak ketiga pun memperkuat kesan bahwa update ios 26 belum sepenuhnya diterima secara luas.
hal inilah yang menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang membuat pengguna iphone berpikir ulang sebelum menekan tombol pembaruan.
angka adopsi ios 26 jauh dari ekspektasi
berdasarkan data yang dirilis oleh statcounter, tingkat adopsi ios 26 per januari 2026 masih berada di kisaran 15 hingga 16 persen secara global.
angka ini mencerminkan bahwa mayoritas pengguna iphone di seluruh dunia belum menjadikan ios 26 sebagai sistem operasi utama mereka.
jika dilihat lebih rinci, ios 26.1 tercatat sebagai versi paling banyak digunakan dengan persentase sekitar 10,6 persen.
sementara itu, ios 26.2 berada di kisaran 4,6 persen, dan ios 26.0 hanya mencatat adopsi sekitar 1,1 persen. distribusi ini menunjukkan adopsi yang berjalan cukup lambat.
sebagai perbandingan, lebih dari 60 persen pengguna iphone aktif justru masih bertahan menggunakan ios 18.
versi ios 18.7 dan ios 18.6 menjadi yang paling dominan, menandakan bahwa pengguna merasa sistem lama masih sangat layak digunakan, situasi ini jelas kontras dengan tahun-tahun sebelumnya.
empat bulan setelah dirilis, ios 18 pada januari 2025 sudah digunakan sekitar 63 persen pengguna iphone.
ios 17 juga mencatat adopsi sekitar 54 persen pada januari 2024, sementara ios 16 bahkan melampaui angka 60 persen di periode yang sama.
liquid glass jadi faktor yang banyak diperdebatkan
salah satu alasan utama yang disebut menjadi penghambat adopsi update ios 26 adalah kehadiran desain antarmuka baru bernama liquid glass.
desain ini membawa perubahan visual yang cukup ekstrem dibandingkan tampilan ios sebelumnya.
efek transparan, blur, dan kedalaman visual menjadi ciri utama pembaruan ini.
saat pertama kali diperkenalkan di ajang wwdc 2025, liquid glass sebenarnya langsung mencuri perhatian publik.
namun, seiring waktu, respons pengguna mulai terpecah dan tidak semuanya memberikan tanggapan positif.
sebagian pengguna merasa desain ini terlalu ramai untuk penggunaan harian.
banyak pengguna menganggap tampilan semi transparan justru mengganggu keterbacaan, terutama dalam kondisi cahaya tertentu.
kekhawatiran baterai dan stabilitas
selain soal desain, faktor lain yang membuat pengguna iphone ragu melakukan update ios 26 adalah isu daya tahan baterai.
apple sempat memberikan peringatan bahwa pembaruan ini berpotensi memengaruhi performa baterai di beberapa model iphone, informasi ini cukup berpengaruh terhadap keputusan pengguna.
bagi banyak pengguna, stabilitas sistem dan ketahanan baterai merupakan prioritas utama dibandingkan tampilan baru.
selama ios 18 masih mendapatkan update keamanan resmi dari apple, pengguna merasa tidak ada urgensi untuk segera berpindah ke ios 26.
situasi ini diperparah oleh fakta bahwa apple dinilai cukup terlambat menandai ios 26 sebagai pembaruan yang direkomendasikan.
akibatnya, sebagian besar pengguna memilih bersikap aman sambil menunggu versi ios 26 yang lebih matang dan minim risiko.