bacakoran.co

Ngobrol di Teras Rumah Saat Hujan Deras, Sepasang Muda Mudi Disambar Petir, Satu Tewas

Korban Tupik saat di semayamkan di rumah duka. (foro : ist)--

Kedua korban kemudian dilarikan ke rumah bidan Desa Gunung Cahya dan kemudian dirujuk ke RSUD Muaradua.  Sayangnya, nyawa Tupik tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah mendapat penanganan medis.

Sementara AY, yang diketahui berasal dari Kecamatan Buay Pemaca, mengalami luka bakar serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

BACA JUGA:Hujan Deras Picu Banjir di Puri Mutiara Kemang, Kendaraan Terjebak Macet Panjang!

BACA JUGA:Kecanduan Judol, Motor Kawan Digadaikan, Masih Kalah Akhirnya Oknum Mahasiswa Masuk Penjara

Kepala Desa Gunung Cahya, Heri Hafizah, membenarkan kejadian tragis tersebut. Ia mengatakan korban laki-laki merupakan warganya, sedangkan korban perempuan berasal dari luar desa.

“Jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan. Untuk korban perempuan, pihak keluarganya sudah berada di rumah sakit dan saat ini masih dalam penanganan tim medis,” jelasnya.

Ngobrol di Teras Rumah Saat Hujan Deras, Sepasang Muda Mudi Disambar Petir, Satu Tewas

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- peristiwa memilikun selaigus menggemparkan, sabtu sore 10 januari 2026 terjadi di , kecamatan buay rawan kabupaten ogan komering ulu (oku) selatan, sumatera selatan.

yang tengah ngobrol di teras rumah saat hujan deras, tiba-tiba terkapar di lantai dengan kondisi mengenaskan.

keduanya yaitu  tupik (21) yang merupakan warga setempat dan ay (17) teman perempuannya yang berasal dari desa lain. keduanya mengalami luka bakar diduga akibat

bahkan tupik yang sempat dilarikan ke rumah sakit dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapat perawatan lebih lanjut.

keterangan yang diperoleh dari tetangga, informasinya peristiwa  itu terjadi pada sabtu sore (10/1) sekira pukul 15.00 wib.  ketika itu kedua muda mudi tersebut tengah ngobrol di teras rumah.

sementara cuaca sedang tidak bersahabat karena mendung yang tebal menutupi langit. sesekali terdengar suara guruh menggelegar diiringi hujan deras.

karena hujan serta angin kencang terus mengguyur, kedua muda mudi itu diduga masuk ke dalam rumah agar tidak kebasahan.

namun, baru beberapa langkah hendak masuk ke dalam rumah, tepatnya di depan pintu, keduanya disambar petir diwali kilat yang menyilaukan dan suara guruh yang menggelegar. kedua korban terkapar dilantai tak sadarkan diri.

mengetahui kejadian itu, anggota keluarga yang berada di dalam rumah menjerit minta tolong hingga mengundang perhatina beberapa tetangga. “saya dengar teriakan minta tolong. begitu sampai, keduanya sudah tergeletak di lantai,” jelas agus, salah satu tetangga korban.

melihat kondisi korban yang kritis, agus langsung memanggil warga lain. meski hujan belum reda dan cuaca masih berbahaya, warga nekat menerobos derasnya air untuk memberikan pertolongan.

kedua korban kemudian dilarikan ke rumah bidan desa gunung cahya dan kemudian dirujuk ke rsud muaradua.  sayangnya, nyawa tupik tidak tertolong. ia dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah mendapat penanganan medis.

sementara ay, yang diketahui berasal dari kecamatan buay pemaca, mengalami luka bakar serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

kepala desa gunung cahya, heri hafizah, membenarkan kejadian tragis tersebut. ia mengatakan korban laki-laki merupakan warganya, sedangkan korban perempuan berasal dari luar desa.

“jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan. untuk korban perempuan, pihak keluarganya sudah berada di rumah sakit dan saat ini masih dalam penanganan tim medis,” jelasnya.

Tag
Share