Memahami Rasa Iri yang Sesungguhnya Menurut Ajaran Ustadzah Halimah Alaydrus
Makna rasa iri yang sesungguhnya (hasad) sesuai penjelasan Ustadzah Halimah Alaydrus.--Tiktok-@erniwatisyach
BACAKORAN.CO - Rasa iri hati sering dianggap sebagai emosi yang wajar, namun tidak semua orang memahami makna sebenarnya dari perasaan ini.
Berdasarkan penjelasan Ustadzah Halimah Alaydrus rasa iri yang sesungguhnya dikenal dengan istilah hasad memiliki makna yang jauh lebih dalam dan membawa dampak serius bagi diri sendiri.
Kita bahas pengertian, akar penyebab, serta bahaya dari hasad agar kita dapat menjauhinya dan menjalani hidup dengan lebih positif.
Pengertian Hasad Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus
BACA JUGA:Hati-Hati! Ini 4 Ciri Hati Gelap Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus, Waspada Bahayanya Bikin Ngeri
BACA JUGA:Hikmah di Balik Ujian Hati Manusia Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus: Jaga Hati dari Cinta Dunia!
Melansir dari video tiktok @nasyila_kids, Ustadzah Halimah menjelaskan bahwa hasad bukan sekadar merasa tidak nyaman atau iri melihat kesuksesan orang lain.
Lebih dari itu, hasad adalah perasaan yang menyertai keinginan agar hikmah dan kebaikan yang dimiliki orang tersebut hilang darinya.
Tidak hanya berhenti pada perasaan negatif, hasad juga melibatkan dorongan untuk merusak atau menghilangkan kebahagiaan serta keberhasilan orang lain.
Dalam ajaran Islam, hasad digambarkan sebagai penyakit hati yang berbahaya.
BACA JUGA:Ketenangan Hati di Era Modern! Resep Jitu Bersyukur Ala Ustadzah Halimah Alaydrus
Ustadzah Halimah menekankan bahwa perasaan iri hati yang berkembang menjadi hasad adalah bentuk protes tidak langsung terhadap ketetapan Allah SWT.
Sebab, setiap nikmat, rezeki, dan kesuksesan yang diberikan kepada setiap hambanya adalah bagian dari takdir yang telah ditetapkan dengan hikmah-Nya.
Akar Penyebab dan Ciri-Ciri Hasad
Akar dari hasad biasanya berasal dari kurangnya rasa syukur terhadap nikmat yang telah diterima, serta pandangan yang sempit tentang keberhasilan orang lain.