bacakoran.co

Brukk! Pabrik Air Kemasan di Sumedang Rata Tanah Tertimbun Longsor, Diduga Imbas Hujan Deras

Tebing setinggi 25 meter ambrol dan menimbun pabrik air kemasan ASMI hingga rata dengan tanah di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Sumedang, Minggu malam.--Youtube-@Tribunjabarvidio

BACAKORAN.CO - Peristiwa mengerikan terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ketika sebuah pabrik air kemasan luluh lantak tertimbun Longsor pada Minggu malam (18/1/2026).

Pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) merek ASMI yang berlokasi di jalur vital Bandung–Cirebon, tepatnya di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, nyaris tak tersisa setelah tebing setinggi 25 meter ambrol dan menimbunnya hingga rata dengan tanah.

Kejadian ini memicu keprihatinan sekaligus sorotan publik terkait dampak eksploitasi air dan kerentanan kawasan berbukit terhadap bencana alam.

Melansir dari video youtube @Tribunjabarvidio, longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat hujan mengguyur wilayah Sumedang dengan intensitas sedang hingga tinggi selama beberapa hari berturut-turut.

BACA JUGA:Tragedi Longsor di Sumedang: Tebing Ambruk Proyek TPT Lapangan Mini Soccer, 4 Korban Meninggal!

BACA JUGA:Kemenko Infra Turunkan Tim Khusus Percepat Penanganan Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera

Kondisi tanah yang sudah jenuh air diduga menjadi pemicu utama ambrolnya tebing di sekitar pabrik.

Material tanah dan bebatuan berukuran besar meluncur deras, menghantam bangunan pabrik hingga porak-poranda dalam hitungan menit.

Babinsa Cigendel, Serda Asep Nurdin, memastikan bahwa peristiwa ini tidak menelan korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa.

BACA JUGA:Banjr dan Longsor Terjang Jember Akibat Luapan Sungai Bedadung, 1.271 Keluarga Terdampak

BACA JUGA:Belum Tuntas Banjir & Longsor, Tanah Bergerak Kembali Hancurkan Rumah Warga Tapanuli Selatan

Namun, bangunan pabrik mengalami kerusakan parah dan sejumlah kendaraan terjebak di area longsoran,” ungkapnya saat meninjau lokasi kejadian.

Meski demikian, kerugian material diperkirakan sangat besar mengingat hampir seluruh struktur bangunan tertimbun tanah.

Brukk! Pabrik Air Kemasan di Sumedang Rata Tanah Tertimbun Longsor, Diduga Imbas Hujan Deras

Puput

Puput


bacakoran.co - peristiwa mengerikan terjadi di kabupaten sumedang, jawa barat, ketika sebuah pabrik air kemasan luluh lantak tertimbun  pada minggu malam (18/1/2026).

dalam kemasan (amdk) merek asmi yang berlokasi di jalur vital bandung–cirebon, tepatnya di desa cigendel, kecamatan pamulihan, nyaris tak tersisa setelah tebing setinggi 25 meter ambrol dan menimbunnya hingga rata dengan tanah.

kejadian ini memicu keprihatinan sekaligus sorotan publik terkait dampak eksploitasi air dan kerentanan kawasan berbukit terhadap .

melansir dari video youtube @tribunjabarvidio, longsor terjadi sekitar pukul 23.00 wib saat hujan mengguyur wilayah sumedang dengan intensitas sedang hingga tinggi selama beberapa hari berturut-turut.

kondisi tanah yang sudah jenuh air diduga menjadi pemicu utama ambrolnya tebing di sekitar pabrik.

material tanah dan bebatuan berukuran besar meluncur deras, menghantam bangunan pabrik hingga porak-poranda dalam hitungan menit.

babinsa cigendel, serda asep nurdin, memastikan bahwa peristiwa ini tidak menelan korban jiwa.

“alhamdulillah tidak ada korban jiwa.

namun, bangunan pabrik mengalami kerusakan parah dan sejumlah kendaraan terjebak di area longsoran,” ungkapnya saat meninjau lokasi kejadian.

meski demikian, kerugian material diperkirakan sangat besar mengingat hampir seluruh struktur bangunan tertimbun tanah.

pabrik asmi sendiri diketahui beroperasi di kawasan lembah yang dikelilingi perbukitan curam.

lokasi ini memang rawan longsor, terutama saat musim hujan.

tebing setinggi sekitar 25 meter yang berada tepat di belakang pabrik menjadi faktor risiko utama yang kini terbukti memicu bencana.

ambrolnya tebing tersebut bukan hanya merusak fasilitas produksi, tetapi juga memutus akses di sekitar area longsoran.

insiden ini kembali membuka perdebatan mengenai praktik eksploitasi air tanah oleh industri air kemasan, terutama di daerah-daerah dengan kondisi geografis rentan.

banyak pihak menilai bahwa pengambilan air dalam skala besar dapat mempengaruhi stabilitas tanah, meski dalam kasus ini faktor cuaca ekstrem menjadi pemicu dominan.

kombinasi hujan deras, tanah labil, dan aktivitas industri diduga memperparah potensi bencana.

selain kerusakan pabrik, longsor juga menyebabkan beberapa kendaraan terjebak di area sekitar lokasi kejadian.

tim gabungan dari bpbd sumedang, tni, polri, dan relawan setempat langsung bergerak untuk melakukan evakuasi serta membersihkan material longsoran.

alat berat diturunkan untuk membuka akses jalan dan memastikan tidak ada korban yang tertimbun.

warga sekitar mengaku sempat mendengar suara gemuruh keras sebelum tebing runtuh.

“seperti suara petir, tapi lebih panjang.

setelah itu kami melihat debu tebal dan tanah menutupi pabrik,” ujar salah satu saksi mata.

kepanikan sempat terjadi, namun situasi berangsur kondusif setelah petugas tiba di lokasi.

pemerintah daerah kini tengah melakukan kajian terkait kelayakan lokasi industri di kawasan rawan bencana.

peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi perusahaan yang beroperasi di daerah perbukitan agar lebih memperhatikan aspek mitigasi bencana dan kelestarian lingkungan.

penguatan struktur penahan tebing, drainase yang baik, serta pembatasan eksploitasi air tanah dinilai sangat diperlukan.

longsor pabrik air kemasan di sumedang bukan sekadar bencana alam, tetapi juga cerminan rapuhnya keseimbangan antara industri dan lingkungan.

ke depan, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah melalui tata kelola yang lebih berkelanjutan, sehingga keselamatan manusia dan kelestarian alam tetap terjaga.

Tag
Share