bacakoran.co

Dunia Identik dengan Ujian, Lalu Apa yang Harapkan dari Dunia? Ini Penjelasan Ustadzah Halimah Alaydrus

Dunia identik sebagai tempat ujian (daar al-ibtilaa) sesuai ajaran Islam, sebagaimana disampaikan Ustadzah Halimah Alaydrus. --Tiktok-@erniwatisyach

BACAKORAN.CO - Di tengah kehidupan dunia yang penuh dengan berbagai kesenangan dan tantangan, seringkali kita terlena dan melupakan esensi sebenarnya dari tempat tinggal sementara ini.

Seperti yang disampaikan oleh Ustadzah Halimah Alaydrus dunia ini tidak lain adalah tempat ujian (daar al-ibtilaa) yang telah ditegaskan oleh Hadits maupun ayat Al-Qur'an.

Maka, pertanyaan yang muncul adalah: apa sebenarnya yang seharusnya kita harapkan dari dunia yang merupakan ladang ujian ini?

Dasar Al-Qur'an tentang Dunia Sebagai Tempat Ujian

BACA JUGA:Hikmah di Balik Ujian Hati Manusia Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus: Jaga Hati dari Cinta Dunia!

BACA JUGA:Jangan Panik! Ini Cara Elegan Hadapi Ujian Hidup ala Ustadzah Halimah Alaydrus

Melansir dari video tiktok @hijrahistiqomahislami, Ajaran tentang dunia sebagai ujian tidak datang tanpa dasar.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anbiya: 35, "Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenarnya).

Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."

Sedangkan dalam QS. Al-Baqarah: 155 juga disebutkan, "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.

BACA JUGA:Mengapa Allah Memberi Banyak Ujian kepada Nabi Muhammad? Begini Penjelasan Ustadzah Halimah Alaydrus

BACA JUGA:Arti Mimpi Suami Selingkuh Menurut Islam, Pertanda Buruk atau Ujian Hati?

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." 

Dari kedua ayat tersebut jelas bahwa ujian datang dalam dua bentuk: kebaikan berupa nikmat dan rezeki, serta keburukan berupa kesulitan, musibah, dan penyakit.

Penting untuk diingat bahwa ujian ini bukanlah hukuman, melainkan sarana bagi manusia untuk belajar bersabar, bersyukur, dan kembali kepada Sang Pencipta.

Makna dan Hikmah Ujian yang Perlu Kita Pahami 

Dunia Identik dengan Ujian, Lalu Apa yang Harapkan dari Dunia? Ini Penjelasan Ustadzah Halimah Alaydrus

Puput

Puput


bacakoran.co - di tengah  yang penuh dengan berbagai kesenangan dan tantangan, seringkali kita terlena dan melupakan esensi sebenarnya dari tempat tinggal sementara ini.

seperti yang disampaikan oleh ustadzah halimah alaydrus dunia ini tidak lain adalah tempat  (daar al-ibtilaa) yang telah ditegaskan oleh hadits maupun ayat al-qur'an.

maka, pertanyaan yang muncul adalah: apa sebenarnya yang seharusnya kita harapkan dari  yang merupakan ladang ujian ini?

dasar al-qur'an tentang dunia sebagai tempat ujian

melansir dari video tiktok @hijrahistiqomahislami, ajaran tentang dunia sebagai ujian tidak datang tanpa dasar.

allah swt berfirman dalam qs. al-anbiya: 35, "dan kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenarnya).

dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan."

sedangkan dalam qs. al-baqarah: 155 juga disebutkan, "dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.

dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." 

dari kedua ayat tersebut jelas bahwa ujian datang dalam dua bentuk: kebaikan berupa nikmat dan rezeki, serta keburukan berupa kesulitan, musibah, dan penyakit.

penting untuk diingat bahwa ujian ini bukanlah hukuman, melainkan sarana bagi manusia untuk belajar bersabar, bersyukur, dan kembali kepada sang pencipta.

makna dan hikmah ujian yang perlu kita pahami 

menurut penjelasan ustadzah halimah alaydrus, ujian dunia memiliki makna dan hikmah yang mendalam bagi setiap hamba allah:

- mengukur iman: ujian berfungsi sebagai penguji keaslian iman seseorang, apakah ia benar-benar teguh atau hanya dusta belaka.

- menghapus dosa: musibah yang dihadapi dengan penuh sabar dan ridha mampu menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita perbuat.

- mendekatkan diri pada allah: saat menghadapi ujian, manusia cenderung lebih sering berdoa dan kembali kepada allah, sehingga hubungan spiritual menjadi lebih erat.

- meninggikan derajat: para nabi dan orang saleh seringkali diuji dengan cobaan berat sebagai jalan untuk mencapai derajat tinggi di sisi allah.

- persiapan akhirat: dunia adalah tempat latihan untuk kehidupan akhirat yang kekal, bukan sebagai negeri balasan abadi yang menjadi tujuan akhir.

sikap yang seharusnya kita miliki 

tidak ada gunanya menghadapi ujian dengan sikap negatif.

ustadzah halimah alaydrus mengajak kita untuk memiliki sikap yang tepat dalam menghadapi segala ujian: 

- sabar: menahan diri dari mengeluh, marah, atau meratapi musibah yang datang.

- bersyukur: menerima nikmat sebagai anugerah yang patut disyukuri dan musibah sebagai ujian untuk menguji kesabaran.

- ridha: menerima segala sesuatu yang terjadi dengan lapang dada, karena semuanya adalah takdir yang telah ditetapkan oleh allah swt.

apa yang seharusnya kita harapkan dari dunia?

intinya, hidup di dunia adalah fase perjuangan dan latihan spiritual.

kita tidak boleh mengharapkan kesenangan duniawi sebagai tujuan utama, melainkan melihat setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan meraih pahala besar di akhirat.

dunia hanyalah perhentian sementara, sedangkan akhirat adalah rumah yang kekal.

oleh karena itu, fokus kita seharusnya adalah mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang abadi tersebut.

Tag
Share