Daihatsu Indonesia Masters 2026: Putri KW Terhenti, Ubed Mengikuti
Putri KW terhenti di babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2026 -PBSI-
BACA JUGA:Begini Cara Putri KW Adaptasi Udara Dingin di India Open 2026
Meski tersingkir, Ubed sejatinya mampu memberikan perlawanan berarti, khususnya pada game pertama. Menghadapi Loh Kean Yew yang berstatus unggulan keenam turnamen, Ubed tampil cukup berani dan sempat unggul dalam perolehan poin awal.
Ia bahkan sempat memimpin 4-3 sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 19-21 dalam game pertama.
Memasuki game kedua, pengalaman dan kesiapan Loh Kean Yew mulai terlihat. Pebulutangkis peringkat 10 dunia tersebut mampu mengontrol dan mendominasi jalannya pertandingan. Ubed kesulitan keluar dari tekanan hingga akhirnya harus menyerah 10-21, sekaligus mengakhiri langkahnya di turnamen BWF World Tour Super 500 ini.
Usai pertandingan, Ubed mengakui bahwa Loh Kean Yew tampil lebih siap dibandingkan pertemuan terakhir mereka. Kedua pemain sebelumnya pernah bertemu pada ajang SEA Games 2025 Thailand, yang mana Ubed mampu meraih kemenangan dua game langsung pada babak perempat final.
“Pasti ada perbedaan. Hari ini dia terlihat lebih siap dan tidak mau kalah. Di poin-poin kritis, seperti saat skor 19 sama di gim pertama, dia benar-benar menunjukkan tekadnya untuk tidak menyerah,” ujar Ubed.
BACA JUGA:Putri KW Catatkan Kemenangan Perdana di BWF World Tour Finals 2025, Kunci Peringkat ke-3 Grup A
Menurut Ubed, perbedaan utama antara pertandingan di SEA Games dan di Daihatsu Indonesia Masters terletak pada kondisi mental serta situasi pertandingan. Ia menilai pada laga sebelumnya dirinya bisa bermain lebih lepas, sementara kali ini tekanan pertandingan di Istora cukup memengaruhi fokusnya.
Dalam evaluasinya, Ubed mengakui masih kalah dari sisi pengalaman jika dibandingkan dengan Loh Kean Yew. Hal tersebut terlihat dari kemampuan lawan dalam mengatur tempo permainan dan mengendalikan situasi saat berada di bawah tekanan.

Ubed ikuti jejak Putri KW terhenti di babak 16 besar -pbsi-
“Mungkin kalau dibilang, saya masih kalah pengalaman. Saya belum bisa benar-benar melawan tempo permainan dia. Di SEA Games dulu saya bisa main lebih lepas, sementara di sini mungkin agak tegang, apalagi main di Istora dengan banyak penonton,” ungkap pebulutangkis berusia 17 tahun itu.
Meski demikian, Ubed menilai pertandingan ini tetap memberikan banyak pelajaran berharga. Ia mengaku mendapatkan pengalaman penting terkait pengaturan tempo, kontrol permainan, serta cara menghadapi lawan yang lebih matang secara teknis maupun mental.
“Ada hal positif yang saya dapat. Saya belajar dari dia bagaimana cara menaikkan tempo permainan. Lalu, saat sedang tertinggal, bagaimana tetap bisa mengontrol lawan dengan mengatur pukulan, buangan, dan kecepatan,” jelas peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand tersebut.
