Sirene Pintu Air 10 Cisadane Tangerang Meraung Keras, Debit Air Sungai Naik Drastis
Ilustrasi. Sirene peringatan di Pintu Air 10 Cisadane Tangerang berbunyi saat debit air sungai meningkat, warga diminta tetap waspada.--AI
BACAKORAN.CO - Sirene Pintu Air 10 Cisadane Tangerang kembali meraung keras dan berulang, menjadi sinyal serius meningkatnya debit air Sungai Cisadane.
Bunyi sirene ini langsung menyita perhatian warga yang bermukim di bantaran sungai, khususnya di wilayah rawan seperti Panunggangan Barat dan Karawaci.
Aktivasi sirene dilakukan sebagai bentuk peringatan dini akibat kenaikan muka air yang dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu dan lokal.
Debit Air Sungai Cisadane Naik, Kondisi Air Keruh dan Arus Deras
Berdasarkan pantauan lapangan, aliran Sungai Cisadane tampak lebih keruh dan deras dibandingkan kondisi normal.
Sirene Pintu Air 10 Cisadane Tangerang dibunyikan setelah petugas mencatat kenaikan muka air secara bertahap sejak dini hari.
Kondisi ini mengindikasikan potensi limpasan air ke kawasan permukiman jika hujan masih terus berlanjut.
Peran Strategis Pintu Air 10 di Tangerang
Sebagai salah satu titik kendali utama, Sirene Pintu Air 10 Cisadane Tangerang menjadi indikator penting dalam sistem pengendalian banjir kota.
BACA JUGA:Tanggul Kali Angke Jebol! Ratusan Rumah di Tangerang Tenggelam, Warga Panik Mengungsi
Lokasi ini berfungsi mengatur aliran air dari wilayah tengah ke hilir Sungai Cisadane.
Saat sirene berbunyi, itu berarti petugas telah menaikkan status kewaspadaan untuk mengantisipasi skenario terburuk.
BPBD Tangerang Tetapkan Status Siaga
Menurut keterangan BPBD Kota Tangerang, peningkatan debit air disebabkan oleh akumulasi hujan di daerah hulu Cisadane.
Meski sistem pintu air masih berfungsi normal, Sirene Pintu Air 10 Cisadane Tangerang tetap diaktifkan sebagai langkah preventif.
Status siaga diberlakukan guna memastikan respons cepat jika debit air terus meningkat.