bacakoran.co

Viral Sajikan Telur dan Jagung Mentah di Menu MBG, SPPG Lebak Banten Minta Maaf

Video viral menu Makan Bergizi Gratis di SMAN Cigemblong menuai kritik, telur dan jagung mentah jadi sorotan publik serta warganet./Kolase Bacakoran.co--Instagram @bantenterkini

BACA JUGA:20 Siswa SDN Meruya Selatan Diduga Alami Keracunan Usai MBG, Ini Klarifikasi Kepala SPPG

BACA JUGA:Saldo Rp 1 Miliar Raib dari Rekening SPPG Bandung Barat Diduga Akibat Phishing, Program MBG Terhenti

Banyak yang menilai bahwa tujuan program MBG untuk meningkatkan gizi siswa bisa gagal tercapai jika kualitas makanan tidak terjaga.

Sebagian warganet menuntut evaluasi menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan. 

Mereka menekankan pentingnya pengawasan ketat agar program unggulan pemerintah ini benar-benar memberikan manfaat nyata.

Program MBG sejatinya dirancang untuk mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa. 

Namun, kasus di SMAN 1 Cigemblong menunjukkan adanya celah dalam pelaksanaan yang perlu segera diperbaiki.

Jika masalah kualitas pangan terus berulang, bukan hanya kredibilitas program yang dipertaruhkan, tetapi juga kesehatan ribuan siswa penerima manfaat. 

Evaluasi menyeluruh, pengawasan ketat, serta transparansi dalam proses distribusi menjadi langkah mendesak agar tujuan mulia program ini tidak sekadar menjadi slogan.

Viral Sajikan Telur dan Jagung Mentah di Menu MBG, SPPG Lebak Banten Minta Maaf

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co - program makan bergizi gratis (mbg) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi siswa kembali menjadi sorotan. 

kali ini, sebuah video berdurasi 32 detik yang memperlihatkan isi paket mbg di sman 1 cigemblong, kabupaten lebak, banten, viral di media sosial dan memicu perdebatan luas.

isi video yang memicu polemik

dalam rekaman tersebut, seorang pria memperlihatkan isi paket mbg yang berisi lauk pauk, namun dinilai belum layak konsumsi. 

ia menyoroti telur dan jagung yang masih mentah, sambil melontarkan keluhan keras.

“ini mbg di sman cigemblong, telurnya mentah, jagungnya mentah,” ujarnya dalam video yang kini tersebar di berbagai platform.

pria itu juga mempertanyakan kesiapan penyelenggara program. 

“piraku kami kudu masak sorangan. ari siswa kudu masak sorangan di sakola?” yang berarti, “masa kami harus memasak sendiri? memangnya siswa harus memasak sendiri di sekolah?” katanya.

keluhan tersebut semakin diperkuat dengan pengakuan bahwa masalah kualitas makanan bukan kali pertama terjadi. 

“kamari haseum mbg-na, ayeuna atah,” katanya, yang berarti “kemarin mbg-nya asam, sekarang mentah.”

konfirmasi dari pihak sekolah

wakil kepala sekolah sman 1 cigemblong, pepi habibi, membenarkan peristiwa itu. 

ia menyebut insiden terjadi pada jumat (23/1), dengan sekitar 100 porsi dari total 227 paket mbg berisi telur mentah.

“sekitar 100 porsi dari total 227 siswa penerima mbg hari itu bermasalah,” jelas pepi.

pepi menambahkan, kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. 

pada 12 januari, pihak sekolah menemukan sayuran berbelatung serta buah melon yang dibagikan dalam kondisi berlendir. 

“pertama ditemukan belatung pada sayuran, kedua buah melon yang dibagikan sudah berlendir, ketiga telur mentah. ini berulang,” ungkapnya.

penjelasan dari pihak penyelenggara

satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) dari yayasan amanah permas agung, selaku pihak penyedia, turut memberikan klarifikasi. 

kepala sppg, rasudin, mengakui adanya distribusi telur mentah dengan estimasi sekitar 15 kilogram.

“sekitar 15 kilogram,” ujarnya.

rasudin menegaskan bahwa kejadian ini bukan unsur kesengajaan, melainkan kelalaian petugas dapur dalam proses pengemasan. 

ia menjelaskan bahwa posisi telur matang dan mentah berdekatan sehingga tercampur. 

“ini bukan unsur kesengajaan, melainkan kelalaian dalam proses kerja,” katanya.

ia berjanji akan memperketat pengawasan serta meningkatkan kedisiplinan petugas, terutama terkait kebersihan dan keamanan pangan. 

“setiap tahapan harus dicek berulang kali. kalau semua dijalankan sesuai prosedur, kejadian seperti ini bisa dihindari,” tambahnya.

reaksi publik dan tuntutan evaluasi

unggahan video tersebut memicu beragam respons dari warganet.

sebagian besar menyayangkan adanya dugaan kelalaian dalam penyediaan makanan bagi siswa. 

banyak yang menilai bahwa tujuan program mbg untuk meningkatkan gizi siswa bisa gagal tercapai jika kualitas makanan tidak terjaga.

sebagian warganet menuntut evaluasi menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan. 

mereka menekankan pentingnya pengawasan ketat agar program unggulan pemerintah ini benar-benar memberikan manfaat nyata.

program mbg sejatinya dirancang untuk mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa. 

namun, kasus di sman 1 cigemblong menunjukkan adanya celah dalam pelaksanaan yang perlu segera diperbaiki.

jika masalah kualitas pangan terus berulang, bukan hanya kredibilitas program yang dipertaruhkan, tetapi juga kesehatan ribuan siswa penerima manfaat. 

evaluasi menyeluruh, pengawasan ketat, serta transparansi dalam proses distribusi menjadi langkah mendesak agar tujuan mulia program ini tidak sekadar menjadi slogan.

Tag
Share