bacakoran.co

Banjir Belum Surut di Periuk Damai, 862 Warga Kota Tangerang Masih Mengungsi

Banjir di Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, belum juga surut hingga hari ketiga.--Youtube-@BeritaSatuChannel

BACAKORAN.CO - Banjir yang merendam Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, hingga kini belum juga surut.

Memasuki hari ketiga pada Ahad (25/1/2026), kondisi banjir masih memprihatinkan dengan ketinggian air dilaporkan berkisar antara 2 hingga 3,5 meter.

Meski sudah mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya yang sempat menembus lebih dari 4 meter, genangan air masih melumpuhkan aktivitas warga secara total.

Akibat banjir Periuk Damai ini, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BACA JUGA:Terkini! Banjir Jakarta Belum Surut, Jalan Daan Mogot Masih Tergenang Parah, Kendaraan Macet Total

BACA JUGA:Prabowo Instruksikan Penyusunan Grand Design Penanganan Banjir Pulau Jawa sebagai Solusi Jangka Panjang

Berdasarkan data Rukun Warga (RW) setempat, tercatat sebanyak 286 kepala keluarga (KK) atau sekitar 862 jiwa terdampak langsung.

Warga yang mengungsi terdiri dari anak-anak, lansia, hingga ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus di lokasi pengungsian.

Melansir dari video youtube @BeritaSatuChannel, Genangan air yang tinggi membuat sebagian besar rumah warga terendam hingga atap.

Perabotan rumah tangga, kendaraan, serta barang berharga tak sedikit yang rusak akibat terendam air bercampur lumpur.

BACA JUGA:Banjir Kepung Kota Bekasi, Hujan Deras Rendam Pasar Family Harapan Indah hingga 50 Cm

BACA JUGA:Karawang Lumpuh! Banjir 2,5 Meter Rendam Permukiman, Warga Terjebak di Rumah Panggung

Akses jalan di sekitar perumahan pun masih lumpuh total, menyulitkan distribusi bantuan dan mobilitas warga.

Dari sejumlah wilayah terdampak, RW 08 menjadi kawasan yang paling parah terkena dampak banjir.

Banjir Belum Surut di Periuk Damai, 862 Warga Kota Tangerang Masih Mengungsi

Puput

Puput


bacakoran.co -  yang merendam perumahan periuk damai, kecamatan periuk, kota tangerang, hingga kini belum juga surut.

memasuki hari ketiga pada ahad (25/1/2026),  masih memprihatinkan dengan ketinggian air dilaporkan berkisar antara 2 hingga 3,5 meter.

meski sudah mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya yang sempat menembus lebih dari 4 meter, genangan  masih melumpuhkan aktivitas warga secara total.

akibat banjir periuk damai ini, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

berdasarkan data rukun warga (rw) setempat, tercatat sebanyak 286 kepala keluarga (kk) atau sekitar 862 jiwa terdampak langsung.

warga yang mengungsi terdiri dari anak-anak, lansia, hingga ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus di lokasi pengungsian.

melansir dari video youtube @beritasatuchannel, genangan air yang tinggi membuat sebagian besar rumah warga terendam hingga atap.

perabotan rumah tangga, kendaraan, serta barang berharga tak sedikit yang rusak akibat terendam air bercampur lumpur.

akses jalan di sekitar perumahan pun masih lumpuh total, menyulitkan distribusi bantuan dan mobilitas warga.

dari sejumlah wilayah terdampak, rw 08 menjadi kawasan yang paling parah terkena dampak banjir.

rw ini terdiri dari lima rukun tetangga (rt) yang hampir seluruhnya terendam banjir dengan ketinggian signifikan.

hingga kini, warga bersama aparat kelurahan, bpbd, serta relawan masih terus melakukan pemantauan kondisi banjir dan membantu proses evakuasi serta pendistribusian bantuan logistik.

salah seorang warga terdampak, heri susanto, mengungkapkan bahwa lamanya banjir surut disebabkan oleh tingginya debit air di danau situbulkan yang berada di sekitar kawasan perumahan.

“sulitnya banjir surut ini disebabkan oleh tingginya debit air di danau situbulkan di sekitar perumahan,” ujarnya.

kondisi tersebut membuat air menggenang lebih lama karena aliran keluar tidak mampu menampung volume air yang besar.

selain faktor debit air danau, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir juga memperparah situasi.

warga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah daerah, seperti normalisasi danau, perbaikan sistem drainase, serta pembangunan tanggul untuk mencegah banjir serupa terulang kembali.

di lokasi pengungsian, kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, dan perlengkapan bayi masih sangat dibutuhkan.

warga berharap bantuan terus mengalir hingga banjir benar-benar surut dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

hingga saat ini, kondisi banjir periuk damai masih dalam pemantauan intensif.

warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan.

peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, khususnya di wilayah rawan genangan seperti kota tangerang.

Tag
Share